IFBC Banner

Anggap OTT KPK Bukan Prestasi Hebat, Mendagri Tito Ditantang Saut Situmorang

Selasa, 19 November 2019 – 18:30 WIB

Mendagri Tito Karnavian dan dua pimpinan KPK Alexander Marwata dan Saut Situmorang. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar

Mendagri Tito Karnavian dan dua pimpinan KPK Alexander Marwata dan Saut Situmorang. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar

JAKARTA, REQnews – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengkritik soal Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap para kepala daerah yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama ini.  Menurut Tito, operasi tersebut bukanlah sesuatu yang luar biasa atau suatu prestasi hebat.

IFBC Banner


Pernyataan ini lantas dibalas oleh Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Ia mengatakan, KPK sering melakukan penangkapan terhadap kepala daerah karena memang target OTT terbatas, hanya pada penyelenggara negara. Menurutnya, kalau mau, pemerintah dapat merevisi kembali UU KPK, sehingga target OTT diperluas.

"Jadi bakal hebat kalau diubah lagi itu UU KPK, biar swasta ke swasta bisa KPK sikat, tidak penyelenggara negara saja. Hal itu, sesuai dengan piagam PBB tentang korupsi yang sudah diratifikasi Indonesia," katanya, Senin, 18 November 2019.

Sebelumnya, Tito menyebut OTT kepala daerah yang dilakukan KPK bukanlah suatu prestasi yang hebat. Tito beralasan bahwa penyebab korupsi masih terjadi di kalangan kepala daerah karena selama ini sistem politik Indonesia masih memakan biaya yang tinggi. Ini antas membuka peluang kepala daerah melakukan korupsi.

"Ongkos tinggi itu membuat dia cari balik modal. Sehingga, ya, tinggal menggunakan teknik-teknik intelijen, investigasi, mentarget kepala daerah, sangat mudah sekali. Pasti akan korupsi. Jadi bagi saya, OTT kepala daerah bukan prestasi yang hebat," ujarnya. (Binsasi)