Begini Kronologis Hubungan Panas PKS vs Fahri Hamzah dan Tuntutan Rp 30 M

Selasa, 19 November 2019 – 22:00 WIB

Fahri Hamzah vs PKS (foto: istimewa)

Fahri Hamzah vs PKS (foto: istimewa)

JAKARTA, REQnews - Beberapa tahun lalu, Fahri Hamzah masih berstatus sebagai salah satu kader yang menonjol dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun, belakangan ini, justru permusuhannya terhadap partai tersebut semakin terekspos.

Puncaknya, saat PKS terpaksa harus membayar tuntutan Rp 30 miliar ke Fahri. Tokoh asal NTB memenangkan tuntutannya atas PKS yang diketuk PN Jakarta Selatan.

Bagaimana sih ceritanya, kok bisa Fahri bermusuhan dengan PKS?

1. Pemecatan

Semuanya bermula kala 11 Maret 2016 lalu, Fahri Hamzah dipecat dari keanggotaan PKS. Ia diberhentikan oleh Majelis Tahkim PKS, yang SK-nya ditandatangani pada 1 April 2016 oleh Presiden PKS Sohibul Iman.

Pemecatan ini adalah buntut daru pelaporan atas Fahri ke Badan Penegakan Disiplin Organisasi (BPDO) PKS atas tuduhan pelanggaran etik. Petinggi PKS tak terima Fahri yang selalu membela Setya Novanto dalam kasus 'Papa Minta Saham'.

2. Gugatan Fahri

Rupanya, Fahri tak begitu saja menyerah dengan keputusan PKS. Ia menggugat mantan parpolnya tersebut ke PN Jakarta Selatan dengan tuntutan gati rugi materiil Rp 1,6 juta dan imateriil Rp 500 miliar. Lima orang masuk dalam daftar tergugat oleh Fahri.

Kelima petinggi PKS yang digugat adalah Sohibul Iman, Surahman Hidayat, Abdul Muis, Hidayat Nur Wahid dan Abi Sumaid.

Fahri lalu tersenyum penuh kemenangan setelah gugatannya dikabulkan PN Jakarta Selatan pada 14 November 2016 lalu. Pengadilan memutuskan, PKS wajib membayar ke Fahri uang senilai Rp 30 miliar.

3. Banding dan Kasasi PKS

Kalah di PN Jakarta Selatan, PKS mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta, namun lagi-lagi kalah. Kemudian, PKS mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, kali ini ditolak.

Perkara itu mengantongi Nomor 607 K/PDT.SUS-Parpol/2018. Berkas ini diputus pada 30 Juli dengan susunan ketua majelis kasasi Takdir Rahmadi dengan anggota Nurul Elmiyah dan I Gusti Agung Sumantha.

4. Fahri Menyita Aset

Sepertinya, amarah Fahri ke PKS belum reda, meski tuntutannya dikabulkan PN Jakarta Selatan. Fahri melayangkan surat permohonan Sita Aset dan Objek Sita ke PN Jakarta Selatan, karena 5 petinggi PKS yang digugat tak hadir saat dipanggil oleh Juru Sita pengadilan.

Kuasa hukum Fahri, Mujahid Latief berkata, Juru Sita tinggal melakukan verifikasi aset sebelum mengeluarkan Penetapan Sita kemudian aset tersebut akan dilelang dan dibayarkan kepada kliennya.

Mujahid melampirkan daftar aset, milik pribadi dari kelima orang tergugat. Seperti aset bergerak dan aset tetap dengan total sekitar Rp30 miliar.

5. PKS Pasrah

Tampaknya PKS mulai menerima kenyataan bahwa Fahri menang. Presiden PKS Sohibul Iman berkata, ia menyerahkan semua masalah, terutama kewajiban membayar Rp 30 miliar, kepada kuasa hukumnya.

Sekjen PKS Mustafa Kamal juga irit bicara saat ditanya perihal gugatan tersebut. Mustafa menyerahkan sepenuhnya ke kuasa hukum PKS.