Kisah Mujib, Anggota Bawaslu yang Digerebek Saat 'Ngamar' di Hotel Bareng Selingkuhan

Senin, 25 November 2019 – 02:00 WIB

Mochamad Shohibul Mujib Al Anshori dipecat dari anggota Bawaslu (Foto: Istimewa)

Mochamad Shohibul Mujib Al Anshori dipecat dari anggota Bawaslu (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Mochamad Shohibul Mujib Al Anshori tampaknya tak bisa menahan nafsu syahwatnya dengan seorang wanita yang bukan istrinya. Ia kerap 'ngamar' di hotel bersama wanita tersebut hingga akhirnya digerebek.

Usut punya usut, Mujib adalah anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Grobogan, Jawa Tengah. Akibat perbuatannya itu, Mujib harus rela dipecat Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Kasus bermula saat anggota Bawaslu Grobogan, Agus Purnama melintas di depan sebuah hotel di Blora pada 31 Juli 2019. Tiba-tiba ia mengenali sebuah mobil yang biasa dikendarai Mujib. Ia kemudian membuntuti untuk memastikan bila yang membawa mobil itu adalah Mujib.

Tak ayal, ternyata benar bahwa pria itu adalah Mujib. Ketika itu Agus melihat koleganya tersebut turun dengan seorang perempuan dan masuk ke dalam hotel.

Tak menunggu lama, Agus kemudian berkoordinasi dengan tim Bawaslu untuk melakukan tindakan dan menggerebek Mujib. Kasus ini pun langsung dibawa ke DKPP untuk ditindaklanjuti.

"Menjatuhkan Sanksi Pemberhentian Tetap kepada Teradu Moch Shohibul Mujib Al Anshori sebagai Anggota Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Grobogan," putus majelis DKPP sebagaimana dikutip pada Minggu 24 November 2019.

Putusan DKPP itu dibacakan pada Jumat 22 November kemarin oleh Ketua DKPP Harjono. Majelis menyatakan Mujib terbukti melanggar etika karena berduaan di kamar hotel bukan dengan istrinya pada 31 Juli 2019 pada pukul 15.00 WIB atau pada jam kerja. Mereka berdua di dalam kamar berduaan selama 3 jam.

"Pertemuan Teradu dengan perempuan itu di kamar hotel terjadi beberapa kali yaitu tanggal 8 Juli 2019, 16 Juli 2019, 24 Juli 2019, 31 Juli 2019 dan tanggal 5 Agustus 2019," ucap Harjono.

Bahkan Mujib dengan kekasih gelapnya masih nekat bertemu lima hari setelah adanya pengaduan ke DKPP pada 4 September 2019. "DKPP berpendapat tindakan Teradu meninggalkan kantor pada jam kerja bertemu dan berdua-duaan dengan perempuan bukan isterinya di kamar hotel merupakan perbuatan yang merendahkan kehormatan lembaga penyelenggara Pemilu," ujar Harjono.

Mirisnya, kekasih gelap Mujib berstatus sebagai anggota PPK pada penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019. Dalam kedudukannya sebagai pengawas Pemilu, Mujib terbukti memanfaatkan relasi kuasa antara Badan Pengawas Pemilu Kabupaten dengan penyelenggara Pemilu tingkat Kecamatan tidak dapat dibenarkan menurut etika penyelenggara Pemilu.

"Sepatutnya Teradu bersikap dan bertindak memberikan teladan kepada masyarakat bukan sebaliknya melakukan tindakan yang bertentangan dengan norma sosial," cetus Harjono.

Dalam sidang, Mujib berdalih ingin membantu si perempuan dengan alasan untuk mengurus proses perceraiannya. Namun alasan itu ditolak mentah-mentah oleh DKPP.

"Justru menunjukkan muslihat dibalik relasi kuasa secara nyata melanggar moral publik dan etika penyelenggara Pemilu. Teradu terbukti melanggar Pasal 2, Pasal 3, Pasal 7 ayat (3), Pasal 12 huruf b dan huruf c dan Pasal 15 huruf a Peraturan DKPP RI Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilihan Umum. Berdasarkan hal tersebut dalil aduan para Pengadu terbukti dan jawaban Teradu tidak meyakinkan DKPP," putus majelis DKPP dengan suara bulat.