Lagi, MA Pangkas Vonis Panitera PN Medan Helpandi  

Rabu, 04 Desember 2019 – 00:00 WIB

Panitera PN Medan Helpandi (istimewa)

Panitera PN Medan Helpandi (istimewa)

JAKARTA, REQnews – Lagi-lagi Mahkamah Agung (MA) kembali memangkas vonis para terdakwa korupsi. Sebelumnya vonis Idrus Marham dipangkas dari 5 tahun penjara jadi 2 tahun penjara. Kini hal yang sama diberikan kepada Panitera PN Medan Helpandi.

Sebelumnya pada 4 April 2019, PN Jakpus menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara kepada Helpandi. Vonis itu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta lewat putusan nomor 23/PID.TPK/2019/PT.DKI. Namun Helpandi menolak putusan tersebut dan bersama jaks mengajukan kasasi dan dikabulkan oleh MA.

"Tolak penuntut umum, tolak perbaikan terdakwa," demikian bunyi putusan MA sebagaimana dilansir websitenya, Selasa 3 Desember 2019.

Perkara bernomor 3784 K/PID.SUS/2019 tersebut, diadili oleh ketua majelis Suhadi dengan anggota Abdul Latief dan Krisna Harahap. Majelis sepakat mengurangi hukuman Helpandi dari 7 tahun penjara menjadi 6 tahun penjara. Helpandi juga diberi hukuman denda Rp 300 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Sebagai informasi, kasus ini sebenarnya bermula saat KPK melakukan OTT dan menangkap hakim PN Medan Merry Purba yang menerima suap dari pengusaha Tamin Sukardi. Uang itu dititipkan lewat Helpandi sebesar 280 ribu Dolar Singapura melalui pengusaha Hadi Setiawan.

Berikut daftar hukuman ke komplotan tersebut:

1. Hakim Merry Purba dihukum 6 tahun penjara.

2. Tamin Sukardi dihukum 5 tahun penjara.

3. Helpandi dihukum 6 tahun penjara.

4. Hadi Setiawan divonis 4 tahun penjara. (Binsasi)