Heran Deh! Karya Seni Pisang Dilakban Terjual Rp 1,6 Miliar 

Sabtu, 07 Desember 2019 – 20:00 WIB

Foto: Instagram/@artsy

Foto: Instagram/@artsy

ITALIA, REQnews - Karya seni berupa pisang yang ditempel di dinding menggunakan lakban viral  di media sosial. Karya karya seniman Italia, Maurizo Cattelan ini terjual senilai 120 ribudollar AS atau sekitar Rp 1,682 miliar  dalam pameran bertajuk 'Art Basel Miami Beach'

Dilansir dari CNN, karya Cattelan ini dipamerkan dalam bentuk instalasi oleh Perrotin, sebuah galeri seni kontemporer di Paris yang telah memiliki hubungan panjang dengan seniman Italia itu. Disebutkan bahwa ini adalah kontribusi pertama Cattelan ke pameran seni yang sudah digelar 15 tahun terakhir itu.

Karya pisang berlakban ini berjudul "Komedian".  Dijelaskan bahwa pisang yang dilakban ini diperoleh dari toko makanan Miami. Sebelum dilelang, pendiri galeri Perrotin, Emmanuel Perrotin mengungkapkan bahwa pisang merupakan simbol perdagangan global, tujuan ganda, serta perangkat klasik untuk humor. 

Perrotin menjelaskan bahwa seniman mengubah benda-benda duniawi menjadi wahana dari rasa senang dan kritik. Hal yang menjadi perhatian bagi calon pembeli, yakni tidak ada instruksi yang jelas tentang apa yang harus dilakukan jika pisang tersebut mulai membusuk.

Menurut keterangan resmi dari Galeri Perrotin, seniman itu pertama kali muncul dengan ide pisang dilakban itu sejak setahun yang lalu. 

"Saat itu, Cattelan memikirkan sebuah patung yang berbentuk seperti pisang," ujar Perrotin. 

"Setiap kali dia berpergian, dia membawa pisang dan menggantungnya di kamar hotelnya untuk mencari inspirasi. Dia membuat beberapa model: pertama dalam resin, kemudian dalam perunggu dan perunggu dicat (sebelum) akhirnya kembali ke ide awal pisang yang nyata," lanjut dia. 

Cattelan dikenal karena patung yang menantang budaya populer. Salah satu karya seni Cattelan yang populer, yakni toilet emas 18 karat senilai sekitar Rp 84,156 miliar. Adapun karya toilet ini diberi nama "Amerika" telah menjadi bagian dari pameran Cattelan, "Kemenangan Bukan Suatu Pilihan".