Waspada Kejahatan Siber di Masa Corona, Begini Cara Cegahnya

Rabu, 08 April 2020 – 06:05 WIB

Waspada Kejahatan Siber di Masa Corona, Begini Cara Cegahnya

Waspada Kejahatan Siber di Masa Corona, Begini Cara Cegahnya

JAKARTA, REQnews – Beragam kejahatan siber berpotensi marak selama masa pandemi corona (covid-19). Masyarakat pun diharapkan untuk tetap waspada agar tidak menjadi korban dari modus penipuan yang bisa saja mendatangkan kerugian yang tak terkira.

Konsultan Bisnis Digital Tuhu Nugraha mengatakan, kejahatan siber yang kemungkinan besar bisa terjadi di antaranya sebagai berikut.

Pertama adalah penipuan dengan beragam bentuk. Misalnya meminta One Time Password (OTP) alias sandi sekali pakai via telpon atau sms.

Yang kedua adalah hijack atau pembajakan akun dan pencurian data. “Misalnya hack akun medsos atau hack password,” ujarnya kepada REQnews, Selasa 7 Maret 2020.

Selain itu, ada juga modus kejahatan lain seperti mencari pinjaman uang kepada teman-teman di media sosial. Bahkan yang agak bikin bergidik adalah modus pecurian data pribadi dengan menanamkan fitur pengintai.

Meskipun demikian, Tuhu menghimbau agar masyarakat tak perlu panik. Ada sejumlah trik untuk mencegah modus sejumlah kejahatan siber tersebut.

Pertama, jangan pernah kasih data pribadi kita dan OTP ke siapapun. Bahkan dari pihak bank sekalipun. Lalu tetap hati hati dalam berbelanja atau jualan via online. Diusahakan seminimal mungkin untuk tidak berkomunikasi via japri atau di luar platform aplikasi.

“Biasanya yang ngajak japri adalah penipuan. Saya pernah beberapa kali jual di online, bilang sudah ditransfer, eh pas dicek ngga masuk. Setelah itu mau ditelpon dituntun ke atm, jelas ini mau hipnotis,” kata Tuhu.

Kedua, jangan sembarangan belanja online di website yang tidak ada sertifikasi keamanannya. Apalagi mengijinkan pembayaran dengan kartu kredit.

Ketiga, untuk menghindari pencurian data pribadi, maka jangan sembarangan download aplikasi, terutama yang bukan aplikasi resmi dari Android ataupun Iphone. “Karena bisa jadi ada malware (virus) di sana,” ujarnya.

Keempat, jangan ikutan beragam quiz-quiz di medsos. Soalnya kita tak pernah tahu data pribadi kita ini akan dijual kemana saja?

Kelima jangan sembarangan pake free wifi, baik untuk koneksi internet maupun transaksi keuangan.

“Ini selalu menggoda, dan kita gak tahu bisa jadi ada orang yang menyadap data kita. Untuk transaksi keuangan juga dilarang keras pake free wifi. Kalau pun mau pake free wifi dianjurkan pake VPN berbayar agar terlindungi data data kita dengan sistem keamanan,” kata Tuhu.

Yang terakhir, apabila melakukan transaksi keuangan, biasakan untuk log out dari website. Ini bertujuan agar akun pribadi tidak mudah terkena serangan hacker.

Semoga jadi pedoman untuk tetap waspada ya! (Binsasi)