Tips Sabar Ajari Anak selama WFH untuk Ibu Jaksa dan Pengacara

Minggu, 28 Juni 2020 – 19:02 WIB

Tips Sabar Ajari Anak selama WFH untuk Ibu Jaksa dan Pengacara

Tips Sabar Ajari Anak selama WFH untuk Ibu Jaksa dan Pengacara

JAKARTA,  REQnews – Mengajari anak selama masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) di pandemi COVID-19 ini bisa dibilang susah-susah gampang. Belum lagi kalau anak rewel tidak mau belajar karena terlalu asyik main game di handphone kesayangan. Seperti itulah yang dialami para bapak/ibu guru di tempat anak Anda sekolah.

Wait, gak usah dianggap beban ya bunda, karena sabar adalah kuncinya. Sebagai anugerah Tuhan yang harus dijaga dengan penuh kasih sayang, mendampingi anak belajar di rumah adalah bagian dari pekerjaan yang mulia.

Meski ada saja tingkahnya yang menyebalkan, membentak atau memarahi buah hati bukanlah solusi yang tepat. So, untuk ibu-ibu jaksa maupun pengacara yang kesulitan mengajari anak di rumah selama work from home (WFH), berikut tips ampuh melatih kesabaran dampingi anak selama PJJ.

1. Bicara Lembut

Pekerjaan menumpuk dan harus diselesaikan segera membuat pikiran menjadi rumyam tidak beratutran. Belum lagi melihat rumah yang masih berantakan. Pada kondisi seperti ini emosi memang sedang memuncaknya.

Meskipun sedang emosi, usahakan tetap berkata lembut kepada buah hati. Apalagi ketika anak meminta bantuan mengerjakan tugas sekolahnya. Sebelum mengatakan “iya” alangkah baiknya menarik nafas dalam terlebih dahulu. Setelah itu bicara dengan lembut padanya.

2. Peluk dan Cium

Ketika anak melakukan kesalahan, seperti memecahkan gelas saat sedang belajar. Usahakan jangan sekali-kali memukul atau membentak. Berilah ia sebuah pelukan atau ciuman bisa juga berupa nasihat untuk berhati-hati dan tidak melakukannya lagi.

Menurut Dr. Laura Markham Ahli Psikologi, membentak anak bisa membuat kerusakan pada otaknya, dan anak akan cenderung menutup diri secara emosional. Namun disaat orang tua bersikap lembut justru membantu perkembangan otak anak yang lebih sehat.

3. Lebih Banyak Pengertian

Anak laki-laki cenderung lebih aktif dibandingkan anak perempuan. Sebagai orang tua jangan mengeluh atau mencela keaktifan anak, itu artinya ia tumbuh menjadi anak yang sehat.  

Berilah sesering mungkin pengertian kepadanya mengenai nilai-nilai kehidupan yang baik dan buruk. Agar ketika ia tumbuh dewasa bisa berani mengambil keputusan yang terbaik.

4. Apresiasi

Meskipun anak susah menangkap pelajaran dan menjawab jawaban yang salah. Tetap berikan ia pujian, misal ‘gapapa salah yang penting kamu sudah melakukan yang terbaik’ atau ‘coba lagi ya nanti kamu sudah bekerja keras hari ini’.

Kata yang sederhana, namun bisa memberikan dampak postif bagi anak. Pemberian apresiasi juga diartikan sebagai bentuk kepercayaan orang tua kepada anaknya, dengan begitu seorang anak akan lebih terbuka dan mempercayai orang tuanyanya sepenuh hati.

5. Waktu Tidak Akan Terulang

Jika sabar sudah melampaui batasnya, maka yang harus diingat sebagai orang tua adalah waktu tidak mungkin terulang. Masa-masa karantina di rumah bersama anak patut untuk disyukuri.

Jadikan kesempatan ini sebagai momen yang paling berharga sepanjang hidup. Sebagai orang tua juga tidak ketinggalan melihat tumbuh kembang anak yang jarang didapatkan apabila sudah beraktivitas kerja kembali.