Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Kiat untuk Menjadi Pengacara Sukses

Minggu, 27 Januari 2019 – 23:00 WIB

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

JAKARTA, REQnews - Di belakang setiap firma hukum yang sukses ada pengacara yang sukses. Namun, apa yang membuat pengacara sukses? Apakah karena jumalh kasus yang ia menangkan? Atau mungkin jumlah konsultasi klien yang dihasilkan dalam satu tahun. Untuk menentukan apa yang membuat pengacara / firma hukum sukses, pertama-tama Anda harus mendefinisikan kesuksesan.

Keberhasilan dapat didefinisikan dengan beberapa cara. Menurut Merriam Webster, kesuksesan adalah hasil yang diinginkan. Memenangkan sebuah kasus tentunya merupakan hasil yang diinginkan.

Lalu bagi seorang pengacara, apakah menang hanya satu kasus membuat pengacara sukses? Atau apakah Anda perlu memenangkan dua, tiga atau 10 kasus sebelum Anda dapat dinyatakan berhasil?

Merriam Webster juga mendefinisikan kesuksesan sebagai pencapaian kekayaan, bantuan atau keunggulan. Sekali lagi ini menimbulkan pertanyaan. Berapa banyak pendapatan yang harus dihasilkan oleh seorang pengacara atau firma hukum diklasifikasikan sebagai sukses?

Namun, ketika Anda melihat beberapa filosofi dari beberapa pemimpin bisnis kaya, mereka tidak menyamakan kekayaan dengan kesuksesan.

Sir Richard Branson, pendiri Virgin Group meyakini mengatakan, “Kesuksesan sejati harus diukur dengan seberapa bahagia Anda.” Demikian pula, Mark Cuban menyatakan, “Bagi saya, definisi kesuksesan adalah bangun di pagi hari dengan senyum di wajah.”

Sebagai seorang pengacara muda, penting bagi Anda untuk menghadiri lokakarya hukum di bidang praktik Anda. Jangan berhenti belajar. Itu juga berlaku untuk belajar bagaimana menjadi sukses. Berikut adalah beberapa kunci dasar untuk menjadi pengacara yang sukses ditulis oleh Cynthia Thomas merupakan presiden PMLC Associates, sebuah firma konsultasi manajemen profesional untuk firma hukum, dan merupakan ketua Komite Kepemimpinan dan Manajemen Pengacara Divisi Praktek Hukum ABA

1. Membangun Jaringan Profesional dan Pribadi. Penting untuk memupuk hubungan baik hubungan profesional maupun pribadi. Buat jaringan beragam kolega dan mentor profesional yang dapat memberi Anda saran dan bimbingan (dan siapa yang dapat Anda beri saran juga) Kembangkan hubungan dengan mantan teman sekelas di sekolah tinggi dan sekolah hukum, anggota asosiasi pengacara nasional dan lokal Anda dan anggota organisasi sosial yang menarik minat Anda. Individu-individu ini dapat berperan penting dalam menyediakan klien, serta membantu Anda mempromosikan atribut dan keterampilan utama Anda dalam komunitas.

2. Kembangkan Keterampilan Komunikasi yang Baik. Pengacara membutuhkan keterampilan verbal dan tertulis yang sangat baik. Anda tidak hanya perlu berkomunikasi secara ringkas tetapi untuk secara aktif mendengarkan selama percakapan, dan menghindari multitasking.

3. Pertahankan Integritas Anda setiap Saat. Integritas adalah fondasi karakter Anda. Itu meningkatkan semua nilai dan kepercayaan lain yang Anda miliki. Ini jauh melampaui tugas etis Anda yang ditentukan oleh asosiasi pengacara Anda. Ini tentang jujur dan bertanggung jawab.

4. Menjadi inovatif. Sisihkan ego Anda dan tetap terbuka untuk solusi kreatif dan masuk akal. Industri hukum sedang berubah. Bersedia membuat dan mengadopsi proses yang efektif dan hemat biaya dalam melayani klien Anda.

5. Bersikaplah Gigih. Ketekunan dan tekad akan membantu Anda menempa kasus-kasus yang paling sulit dan mendapatkan hasil positif bagi klien.

6. Sikap adalah segalanya. Menjadi antusias dan bersemangat menunjukkan minat nyata pada perusahaan Anda dan klien Anda. Meskipun menantang, memiliki sikap positif dalam situasi sulit sangat diperlukan. Anda seharusnya tidak membiarkan keraguan dan ketakutan gagal menguasai.

7. Terima Kegagalan. Menerima kegagalan adalah bagian dari kesuksesan. Seperti yang dikatakan Winston Churchill, "Kesuksesan tersandung dari kegagalan dan kegagalan tanpa kehilangan antusiasme."