Simak! Ini 5 Manfaat Mencatat Periode Menstruasi

Minggu, 29 November 2020 – 13:00 WIB

Ilustrasi Mencatat Periode Menstruasi (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Mencatat Periode Menstruasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews- Menstruasi mungkin sudah jadi hal yang biasa bagi perempuan. Namun, sering kali perempuan tak rajin mencatat periode menstruasinya. Padahal, pencatatan tersebut sangat penting.

Pencatatan ini penting untuk mendeteksi ketika ada yang tidak normal dalam periode menstruasi. Berikut manfaat mencatat periode menstruasi:

1. Mengenal gejala PMS

Selama pencatatan, jangan lupa untuk menuliskan segala gejala premenstrual syndrome (PMS). Kartika menyebut, ada sekitar 75 persen perempuan subur di seluruh dunia, sekitar 80-90 persen mengalami PMS. Sementara 10 persen di antaranya mengalami gejala PMS berat seperti pingsan, depresi, hingga aktivitas yang terhambat.

2. Deteksi masalah menstruasi

Siklus haid normal akan berlangsung selama 21-35 hari. Menstruasi akan berlangsung selama 3-7 hari. Normalnya darah yang keluar per hari sekitar 40-60 mililiter atau 3-4 kali ganti pembalut.

Selama menstruasi, catat kondisi darah yang keluar, frekuensi ganti pembalut. Rekap selama beberapa bulan akan terlihat jika ada masalah seperti menstruasi terlalu awal atau terlambat, siklus terlalu panjang atau terlalu pendek. Saat menemukan gangguan, Anda bisa berkonsultasi dengan spesialis kandungan agar ada tindakan.

3. Membaca peluang kehamilan

Pencatatan periode menstruasi membuat perempuan tahu masa suburnya. Lewat catatan, Anda bisa menghitung masa subur sendiri. Masa subur secara general berada sekitar tiga hari sebelum ovulasi.

Mengutip dari berbagai sumber, masa subur bisa dihitung dengan menganalisis siklus haid setidaknya selama 8 bulan terakhir. Kemudian gunakan rumus sederhana berikut:

Hitung rata-rata siklus haid terpendek (misal, 28 hari). Kurangi rata-rata siklus haid terpendek dengan 18 jadi 28-18=10 Artinya, hari ke-10 jadi hari awal masa subur.

4. KB alami

Di sisi lain, catatan periode menstruasi akan menjadi KB alami Anda dan pasangan. Saat tahu masa subur, tentu Anda tidak akan melakukan hubungan seks di rentang waktu ini demi menghindari kehamilan yang tidak direncanakan.

5. Tahu usia kehamilan

Pencatatan periode menstruasi dengan baik bisa juga sebagai acuan Anda dalam menentukan usia kehamilan yang sama tepat dengan USG.

Dokter biasanya akan bertanya pada ibu hamil hari terakhir menstruasi untuk menghitung usia kandungan. Sayangnya, kebanyakan pasien tidak mengetahui hari terakhir menstruasi karena tidak memiliki catatan.