Suka Belanja Online? Ikuti Tips Ini Dijamin Gak Bakal Ditipu

Rabu, 13 Januari 2021 – 21:31 WIB

Ilustrasi (Foto:Istimewa)

Ilustrasi (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Berbelanja secara online saat ini banyak diminati oleh masyarakat. Bisa di akses kapanpun dan dimanapun menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Kemudahan yang diberikan seringkali membuat para konsumen abai ketika berbelanja.

Padahal, banyak juga kelemahan dari berbelanja online. Misalnya, barang yang dibeli tidak sesuai dengan gambar atau deskripsi dari toko dan yang paling parah menjadi korban penipuan. Kalau udah kena tipu, panjang urusannya.

Kasus penipuan belanja online terus saja terjadi. Kasus yang masih hangat dan baru saja terjadi adalah kasus penipuan oleh Grab Toko. Grab toko adalah situs belanja online yang baru (e-commerce) berdiri akhir tahun 2020 lalu.

Banyak konsumen yang tergiur dengan penawaran yang diberikan. Grab toko memberikan penawaran yang fantastis. Mereka menjual gadget dengan harga diskon sampai 60%. Sampai detik ini korban bahkan mencapai 1.000 korban dengan total kerugian Rp. 17 Miliar.

Wah gamau kan sampai jadi korban juga? Yuk jadilah konsumen yang cerdas saat berbelanja.

Nah sebagai seorang konsumen berikut tips belanja online aman dan dilindungi hukum:

Pastikan kamu tahu hak kamu sebagai konsumen

Tahukah kamu sebagai seorang konsumen kamu dilindungi secara hukum oleh Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UU nomor 8 tahun 1999) dan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE). Udah tau belum apa aja hak yang dimiliki sebagai seorang konsumen? Yuk disimak

Hak konsumen adalah:

1.     Hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa;

2.     Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan;

3.     Hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa;

4.     Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan;

5.     Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut;

6.     Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen;

7.     Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;

8.     Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya;

 

Jangan tergiur dengan harga murah.

Ada kualitas ada harga. Slogan tersebut nampaknya harus dipegang oleh setiap konsumen yang akan belanja online. Tidak mungkin dengan harga yang murah kita bakal dapet barang yang berkualitas. Kalau ada yang menawarkan barang yang jauh dari harga pasaran patut dicurigai itu penipuan.

Bagaimana kalau menjadi korban penipuan belanja online?

Nah berikut upaya hukum yang bisa ditempuh 

Pelaku usaha memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila barang dan/atau jasa yang diterima atau dimanfaatkan tidak sesuai dengan perjanjian. Sesuai dengan pasal 4 huruf h UU nomor 8 tahun 1999 konsumen berhak mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya.

 

Sedangkan, pelaku usaha sesuai Pasal 7 huruf g UU nomor 8 tahun 1999 berkewajiban memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila barang dan/atau jasa yang diterima atau dimanfaatkan tidak sesuai dengan perjanjian.

 

Apabila pelaku usaha melanggar larangan memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut, maka ia dapat dipidana berdasarkan Pasal 62 ayat (1) UU nomor 8 tahun 1999 yang berbunyi:

 

Pelaku usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 13 ayat (2), Pasal 15, Pasal 17 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf e, ayat (2) dan Pasal 18 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar.

Meskipun belanja secara online, berdasarkan UU ITE dan PP PSTE tetap diakui sebagai transaksi elektronik yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.

 Cek situs Belanja

Cek situs belanja online di www.crunchbase.com. Crunchbase merupakan platform untuk menemukan informasi bisnis tentang perusahaan swasta dan publik. Informasi Crunchbase mencakup informasi investasi dan pendanaan, anggota pendiri dan individu dalam posisi kepemimpinan, merger dan akuisisi, berita, dan tren industri.