Jangan Pencet Jerawat Dekat Bibir Sembarangan! Pria Ini Hampir Meninggal Dunia

Jumat, 15 Januari 2021 – 18:31 WIB

Pria ini Hampir Meninggal Gegara Pencet Jerawat (Foto:Istimewa)

Pria ini Hampir Meninggal Gegara Pencet Jerawat (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Secara medis memencet jerawat adalah hal yang dilarang. Hal itu bisa berdampak buruk bahkan hingga fatal seperti yang dialami oleh pria asal Cina yang hampir saja kehilangan nyawanya.

kebanyakan dari kita sering memencet jerawat dengan alasan supaya cepat hilang. Faktanya, kebiasaan ini sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan, apalagi jerawat tersebut muncul di area 'triangle of death' atau 'Segitiga Kematian'. Jika sembarangan memencet, maka akan berdampak buruk untuk kesehatan.

Area 'triangle of death' atau 'Segitiga Kematian'

 

Area triangle of death ini mencakup bagian atas hidung hingga tepi kanan dan kiri mulut, sederhananya triangle of death ini berbentuk segitiga yang sesuai dengan namanya.

Wajar jika hidung dianggap sebagai triangle of death, hal ini dikarenakan hidung merupakan bagian di wajah yang paling vital karena sering menjadi akses keluar-masuknya virus.

Selain itu, pada bagian triangle of death ini terdapat pembuluh darah vena yang terhubung langsung ke otak yang bisa berakibat fatal jika area ini sudah infeksi.

Jika sembarangan memencet jerawat di sekitar area ini, maka kemungkinan adanya luka di area triangle of death bisa menyebabkan infeksi pada otak karena pembuluh darah pada area ini terhubung langsung dengan pembuluh darah otak. Infeksi ini bisa menyebar dan menyebabkan meningitis, brain absecess, hingga kematian.

Memencet jerawat di area triangle of death yang hampir merenggut nyawa salah satunya baru-baru ini dialami seorang pria di Cina. pria tersebut memencet jerawat di dekat area bibirnya.

Bukannya menyembuhkan, justru pria ini mengalami nasib nahas. Ia hampir kehilangan nyawanya usai jerawat yang ia pencet infeksi.

Dilansir dari Siakapkeli Jumat, 15 Januari 2021, tidak lama setelah memencet jerawatnya, pria asal Jiangsu itu mulai mengalami demam, bengkak di mulutnya dan infeksi.

Rupanya infeksi itu kemudian menyebar ke paru-parunya, seperti yang dikabarkan oleh media lokal. Pria ini bahkan mengalami masa kritis.

Menurut pihak dokter yang merawatnya, pria ini menderita pneumonia multipel. Pneumonia yakni peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi.
Dokter juga menambahkan bahwa pria ini harus berjuang di Intensive Care Unit (ICU) selama sebulan agar kondisinya bisa kembali stabil.

Kabar ini pun mendapatkan perhatian luas masyarakat usai ditayangkan di televisi pada Selasa, 12 Januari 2021. Pria tersebut dikabarkan mulai mengalami gejala demam dan kesulitan bernapas setelah memencet jerawatnya pada awal Desember lalu.

Mulutnya juga menjadi bengkak dan memerah sebelum istrinya membawanya ke Rumah Sakit Rakyat Pertama di Changzhou untuk perawatan.

"Ada jerawat di dagunya. Saya mengatakan kepadanya untuk tidak memencetnya karena dia pernah melakukannya sebelumnya" tutur sang istri kepada wartawan.

"Siapa sangka kali ini akan sangat serius," tambahnya.

Dokter Zhu, dokter yang merawat pria itu, mengatakan kepada media jika pria itu mengalami infeksi di mulutnya.

“Dia mengalami infeksi di mulutnya yang awalnya memicu pneumonia dan infeksi di paru-parunya. Situasinya sangat kritis." ujarnya.

Sang dokter menambahkan bahwa infeksi yang diderita pria itu setelah dia memencet jerawat di dagunya. Bagian itu termasuk dalam daerah yang dikenal sebagai 'Segitiga Kematian' atau 'Triangle of Death’.

Di wilayah itu, terdapat jembatan hidung ke bibir atas yang penuh dengan pembuluh darah dan saraf yang terhubung langsung ke otak. Infeksi pada folikel rambut atau kelenjar sebaceous di daerah ini dapat menyebar ke seluruh tubuh dengan cepat dan berpotensi mematikan.