FPI dan Munarman Wajib Tahu, Nih Arti Red Notice dalam Kasus Habib Rizieq Shihab

Selasa, 19 Januari 2021 – 21:31 WIB

Interpol Red Notice (Foto: Istimewa)

Interpol Red Notice (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews – Hai gaes, pernah gak sih kalian mendengar Red Notice? Apalagi belakangan hari terakhir ini santer terdengar istilah Red Notice dalam beberapa kasus yang terjadi di Indonesia.

“Istri Djoko Tjandra meminta informasi red notice suaminya”

“Setyo Wasisto dicecar oleh Jaksa perihal prosedur red notice.

“Polri kaget Nama Rizieq Shihab masuk daftar red notice

Sebenarnya apa itu red notice? Yaps, istilah red notice sering digunakan dalam dunia kriminal. Terutama berkaitan dengan kasus-kasus besar kelas kakap yang terdakwanya melarikan diri ke luar negeri dan masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Definisi red notice

Red notice adalah permintaan penangkapan terhadap seseorang yang ditetapkan sebagai buron atas suatu tindak pidana. Penangkapan diperlukan untuk keperluan ekstradisi seseorang yang berstatus sebagai DPO.

Red Notice merupakan notifikasi (International Criminal Police Organization) Interpol untuk mencari buronan kejahatan atas permintaan yang menjadi negara anggota.

Prosedur Permintaan Red Notice

Perlu diingat Interpol tidak akan mengeluarkan red notice jika tidak ada permintaan dari negara yang bersangkutan.  Syarat yang harus dipenuhi antara lain surat penangkapan, Surat DPO, perlintasan, Sidik jari serta melakukan gelar perkara di Bareskrim Polri.

Gelar perkara dilakukan untuk melihat sejauh mana keterlibatan buronan yang akan dimasukkan dalam red notice. Setelah seluruh syarat terpenuhi, Interpol Indonesia mengirim penerbitan red notice kepada Interpol pusat di perancis.

Kemudian, Sekretariat Jenderal Interpol merespons dengan mengeluarkan pemberitahuan kepada seluruh negara anggota interpol mengenai permintaan tersebut. Lembaga kepolisian dari seluruh negara anggota interpol akan mendapatkan pemberitahuan.

Red notice menjadi hal yang sangat penting. Sebab seseorang tersebut tidak akan dapat bebas melakukan pergerakan di luar negeri. Negara kita Indonesia juga merupakan salah satu dari 190 negara yang tergabung menjadi anggota interpol melalui Kepolisian Negara Indonesia atau Indonesia National Police (INP) sejak 1952.

Selain red notice, Interpol juga mengeluarkan notice lain lho. Ini dia notice yang sering dikeluarkan Interpol:

Black notice untuk mencari informasi mengenai mayat yang tidak dikenal.

Blue notice diterbitkan untuk pengumpulan informasi tambahan mengenai identitas seseorang, lokasi, atau aktivitas illegal yang terkait kriminal.

Yellow notice untuk membantu menemukan seseorang yang hilang terutama anak di bawah umur atau untuk membantu mengidentifikasi orang yang tidak mampu mengidentifikasi diri mereka sendiri.

Green notice untuk memberikan peringatan atau informasi intelijen kriminal mengenai orang-orang yang memiliki kecenderungan mengulangi kejahatan-kejahatan di negara lain.

Purple notice untuk meminta atau memberi informasi mengenai modus operandi yang digunakan penjahat.

Orange notice merupaakan peringatan atas peristiwa, individu, atau objek yang mengancam keamanan publik.

United nations security council special notice untuk memberi peringatan kepada polisi mengenai individu dan kelompok atau entitas yang terkena sanksi yang dijatuhkan oleh dewan perserikatan bangsa-bangsa. Sanksi yang paling umum adalah pembekuan asset, larangan perjalanan dan embargo senjata.