Hai Bikers, Kalian Pecinta Knalpot Aftermarket? Sebelum Beli, Wajib Baca Ini

Sabtu, 23 Januari 2021 – 19:02 WIB

Knalpot Aftermarket (Foto: Istimewa)

Knalpot Aftermarket (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Bagi kalian para bikers, pasti tak asing dengan knalpot aftermarket. Knalpot ini digandrungi kelompok pecinta motor modifikasi. 

Aftermarket parts (bagian atftermarket) adalah suku cadang pengganti yang dibuat oleh perusahaan selain produsen asli kendaraan kamu. Eits tunggu dulu, ternyata knalpot atftermarket secara hukum tidak dilarang di Indonesia lho.

Namun lain cerita apabila knalpot aftermarket melewati ambang batas kebisingan yang sudah diatur dalam Permen LH Nomor 07/ 2009 tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru.

Sementara modifikasi akan jadi ilegal kalau merubah dimensi (ukuran), daya angkut, dan kapasitas mesin (bore-up cc) tanpa melalui uji tipe PP Nomor 55 tahun 2012 tentang kendaraan. 

Dalam aturan itu tertulis bahwa batas ambang kebisingan sepeda motor terdiri atas, untuk tipe 80 cc ke bawah maksimal 85 desibel (db). Lalu, tipe 80-175cc maksimal 90 db dan 175cc ke atas maksimal 90 db.

Jika melebihi ambang batas itu pengendara bisa dianggap melanggar karena knalpot dianggap tak laik jalan sesuai dengan UU no.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 285.

Nah khusus untuk kasus knalpot aftermarket, ada 2 alasan mereka dianggap melanggar dan ditilang:

Melanggar batas modifikasi motor pada tahap tertentu
Knalpot berisik, "Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)," begitu bunyi aturannya.

Nah, buat kalian yang suka modif atau ganti knalpot hati-hati lho. Selain menggangu ketenangan orang lain ternyata bisa dijerat pidana!