Jangan Sembarangan Pindah Jalur di Tol, Ini Aturan dan Sanksi Pidananya

Minggu, 07 Februari 2021 – 14:04 WIB

Ilustrasi Mengendarai Mobil (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Mengendarai Mobil (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Melewati jalan tol seringkali membuat kebanyakan orang lengah saat menyetir. Jalan bebas hambatan ini pun kerap menjadi godaan para pengendara untuk melajukan kendaraannya, pun mengabaikan peraturan dan etika aman berkendara.

Akibatnya, kecelakaan pun menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Salah satu faktor penyebab kecelakaan adalah para pengendara seringkali abai aturan pindah jalur.

Tak jarang masih banyak pengendara yang melupakan aturan dan sanksi bagi pindah jalur sembarangan. Sesuai aturan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), batas kecepatan minimal yang ditetapkan untuk lajur kanan 100 kpj, tengah 80 kpj, kiri 60 kpj.

Selain itu gunakan lajur tengah atau lajur paling kiri bila ingin berjalan pada kecepatan lambat dan lajur paling kanan hanya bila ingin mendahului, membelok ataupun mengubah arah. Seperti yang diatur dalam pasal 108 UU LLAJ. 

Saat memasuki gerbang tol, jangan melampaui garis utuh yang ada sebelum gerbang tol. Garis tersebut merupakan sebuah peringatan untuk kendaraan yang melintas. Seperti yang ada di pasal 106 ayat (4).

Kalau melanggar maka siap-siap dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Pertamacek spion mobil. Pastikan tidak ada kendaraan lain di jalur kiri atau kanan yang akan dituju. Jika dirasa sudah aman barulah pindah jalur. Caranya, manfaatkan kaca spion utama kiri dan kanan kendaraan dan spion tengah. Dengan melihat spion maka kita dapat mengukur jarak aman.

Kedua, nyalakan lampu sein. Ketika sudah dipastikan bahwa kondisi belakang aman dan tidak ada kendaraan lain, nyalakan lampu sein sesuai perpindahan jalur dengan tetap memantau spion. Gunakan lampu sign 2 detik sebelum mulai berpindah lajur. Ingat, bukan saat bermanuver pindah jalur baru menyalakan, tetapi sebelum berpindah jalur ya. 

Ketika sudah diberi kesempatan oleh kendaraan lain, barulah pindah lajur. Jangan lupa juga untuk mematikan kembali lampu sein bila sudah pindah lajur. 

Ketiga, hal yang juga tak kalah penting namun sering dilupakan adalah shoulder check atau head check. Yaitu, pemeriksaan visual sesaat secara langsung pada area yang tidak terjangkau oleh kaca spion. 

Lihat kaca spion, nyalakan lampu sein, shoulder check atau head check, ada kesempatan kemudian pindah jalur. Semoga informasi ini bermanfaat ya buat kalian!.