Nih Biaya dan Prosedur Balik Nama Sertifikat Tanah di BPN 2021

Rabu, 24 Februari 2021 – 09:01 WIB

Sertifikat Tanah (Foto: Istimewa)

Sertifikat Tanah (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Bagi kalian yang baru saja membeli tanah ada hal penting yang harus dilakukan. Kira-kira apa ya? 

Yaps, jawabannya adalah segera balik nama sertifikat. Apa sih pentingnya?

Balik nama sertifikat tanah merupakan serangkaian proses yang harus dilakukan untuk memindahkan kepemilikan tanah dari pemilih tanah pada pembeli atau sebagai bukti peralihan atas hak dan kewajiban dari pemilik lama ke pemilik baru.

Sudah tahu bukan sertifikat hak milik (SHM) merupakan bukti kepemilikan paling kuat atas lahan atau tanah. Ketika di masa mendatang terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti sengketa tanah atau konflik tanah, maka SHM lah yang menjadi alat paling valid dalam pembuktian.

Banyak yang mengira balik nama memakan biaya besar. Faktanya, tidak demikian. Jika kamu menganggap biayanya mahal dan tidak segera menyelesaikannya, mungkin kerugian yang kamu terima akan jauh lebih besar jika terjadi permasalahan di kemudian hari.

Proses balik nama dapat dilakukan melalui notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan juga secara mandiri ke kantor BPN. 

Namun, sebelumnya terlebih dahulu harus mengurus akta jual beli (AJB) di Kantor PPAT. 

AJB adalah dokumen resmi yang menjadi bukti sah telah terjadi peralihan hak atas tanah dari penjual ke pembeli.

Balik Nama Sertifikat Tanah Melalui Notaris atau PPAT

Kalau gak mau ribet, kamu bisa serahkan proses balik nama kepada notaris atau PPAT. 

Setelah AJB selesai diurus, nantinya PPAT atau notaris akan memeriksa kesesuaian data yuridis dan data teknis sertifikat tanah pemilik tanah lama dengan data pertanahan yang ada di buku tanah di Kantor Pertanahan (BPN).

Berikut syarat-syarat yang harus dipersiapkan:

-Akta jual beli
-KTP, Kartu Keluarga, NPWP dan surat nikah
-Sertifikat tanah asli
-Bukti pelunasan Surat Setor Pajak Pajak Penghasilan (SSP PPh)
-Bukti pelunasan Surat Setoran Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (SSBBPHTB)

Penasaran, biaya yang harus dibayarkan kisaran berapa sih?

Proses balik nama menggunakan jasa diatas biasanya akan dikenai biaya sekitar 0,5 persen sampai 1 persen dari total nilai transaksi.

Biaya tersebut biasanya sudah termasuk pembuatan Akta Jual Beli (AJB), balik nama dan biaya pengurusan.

Lama waktu proses mencapai 30 hari.

Selain itu, adapula biaya lainnya yang harus dibayar meliputi, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 5 persen dari harga jual tanah dan bangunan dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak. Biaya pelayanan informasi untuk Nilai Tanah atau Nilai Aset Properti per bidang sebesar Rp 50 ribu dan biaya pengecekan sertifikat tanah senilai Rp 50 ribu.

Nah, setelah proses diatas selesai, selanjutnya pemilik tanah tinggal menunggu sertifikat tanah yang akan diurus oleh PPAT di Kantor BPN setempat untuk mengubah status AJB menjadi SHM atau HGU. Beres deh gak perlu ribet.

Balik Nama Sertifikat Tanah Secara Mandiri

Ternyata kamu juga bisa lho mengurus sendiri balik nama tanah. Tapi kamu harus sedikit kerepotan karena semua proses dilakukan sendiri.

Melansir dari laman resmi Kementerian ATR/BPN, ada sejumlah dokumen yang harus dipersiapkan dan diserahkan ke Kantor BPN setempat seperti:

-Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas meterai
-Surat kuasa apabila dikuasakan
-Fotokopi identitas pemohon (KTP & KK) dan kuasa apabila dikuasakan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket di kantor BPN
-Fotokopi akta pendirian dan pengesahan badan hukum yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket kantor BPN (khusus bagi badan hukum)
-Sertifikat Tanah Asli
-Akta Jual Beli Tanah dari PPAT
-Fotokopi KTP para pihak penjual-pembeli, dan atau kuasanya
-Izin pemindahan hak apabila di dalam sertifikat/keputusannya dicantumkan tanda yang menyatakan bahwa hak itu hanya boleh dipindahtangankan jika telah diperoleh izin dari instansi yang berwenang
-Fotokopi SPPT dan PBB tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
-Bukti SSB (BPHTB) dan bukti bayar uang pemasukan (pada saat pendaftaran hak)

Adapun biaya-biaya yang harus dikeluarkan:

1. Biaya administrasi pengecekan keabsahan sertifikat tanah Rp 50.000

2. Biaya balik nama sertifikat. Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) sebelumnya telah merumuskan besaran biaya balik nama sertifikat tanah. Besarannya adalah sebesar nilai jual tanah dibagi dengan 1.000.

Rumusnya: Nilai tanah (per m2) x luas tanah (m2)/1.000

Contoh sederhananya seperti ini:

A membeli tanah seluas 2000 m2 dengan harga per meter sebesar Rp 300.000 maka kamu dikenakan biaya balik nama sebesar Rp 600.000

Gimana, sudah paham bukan prosedur dan biaya balik nama sertifikat tanah? Tunggu apalagi, yuk segera diurus yaa!