16 Kendaraan Tempur Mematikan Milik TNI yang Jarang Diketahui Masyarakat

Senin, 12 April 2021 – 13:35 WIB

Kendaraan Militer ( Foto: Istimewa )

Kendaraan Militer ( Foto: Istimewa )

JAKARTA, REQnews - Memiliki alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang sumber canggih, merupakan sebuah kebanggan sendiri bagi kalangan militer di sebuah negara. 

Semakin canggih alutsista, semakin menambah kekuatan militer negara tersebut. Indonesia sendir saat inii memiliki beberapa alutsista yang dinilai mempunyai 'daya gedor' cukup hebat dan tidak dipandang remeh oleh negara lain. Apa saja? Berikut ulasan REQnews, Senin 12 April 2021.

Berikut ini deretan senjata dan pesawat tempur yang menambah kekuatan TNI:

1.) Sukhoi Su-35 : Pada tahun 2019, dua Sukhoi Su-35 akan tiba di Indonesia dan akan menjadi pesawat tempur canggih milik TNI. Pertimbangan TNI AU memilihnya karena pesawat ini bandel, mudah dioperasikan dan mampu bermanuver ekstrem tanpa takut pesawat akan hilang kendali.

Pesawat dilengkapi persenjataan Air to Air Missile, Air To Ground Missile, Bomb, Ground Suport Equipment, Simulator, Spare Part termasuk mesin cadangan.

2.) Pesawat CN 235-220

Pesawat CN 235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) akan menambah kekuatan alutsista pada tahun 2019. Pesawat CN 235-220 adalah pesawat asli buat anak bangsa PT Dirgantara Indonesia yang mendunia. Pesawat ini mampu melesat hingga 237 knots dengan jarak tempuh maksimum 2.098 NM dengan bahan bakar penuh.

3.) Helikopter AS565 MBe

Helikopter AS565 MBe Panther Anti Kapal Selam (AKS) juga menambah kekuatan untuk TNI-AL. Helikopter ini memiliki banyak keunggulan, yakni Helikopter AS565 sangat ringan karena mempunyai bobot maksimum saat take off hanya 4,3 ton. Bodi helikopter merupakan kombinasi glass fibre yang diperkuat Nomex untuk menambah daya tahan dan sekaligus mengurangi berat helikopter.

4.) Kapal Perusak Kawal Rudal

Kapal perang I Gusti Ngurah Rai memiliki banyak fasilitas, mulai dari torpedo AKS A-2444S yang mampu mengincar sasaran di perairan laut dangkal, Meriam Close In Weapon System (CIWS) Millenium Gun 35 mm yang berfungsi menangkis serangan udara dan ancaman permukaan jarak dekat. Kapal ini juga memiliki mode siluman atau steath agar tidak mudah terdeteksi.

5.) Isuzu Elf NPS 4x4 Giant Bow

Truk Isuzu Elf NPS 4x4 Giant Bow ini biasa disebut sebagai kendaraan taktis TNI. Truk ini memiliki kemampuan offroad yang dibekali persenjataan Giant Bow berkaliber 23mm.

6.) Tatra T815-7

Tatra T815-7 adalah jenis tank transporter atau truk yang berguna untuk mengangkut tank. Truk berstandar NATO ini mampu mengangkut beban maksimum yaitu 24,3 ton.

7.) KIA KM250

Truk KIA KM250 yang berasal dari Korea Selatan ini berguna untuk menarik meriam. Truk ini juga termasuk dalam kendaraan taktis yang memiliki kekuatan mesin 180 dk dengan kecepatan maksimum 95 km/jam.

8.) Alvis Scorpion 90 Light Tank

Scorpion 90 termasuk tank modern pertama yang dimiliki TNI AD. Tank ini mulai didatangkan tahun 1995 sebanyak 90 unit dalam beragam versi. Kehadirannya untuk menggantikan sebagian tank AMX-13 buatan Perancis yang mulai uzur.

9.) Tank KMW Leopard 2A4 MTB

Untuk pertama kalinya Yonkav TNI AD mulai diperkuat tank tempur utama (MBT) sejak 2013. Saat itu tank Leopard 2A4 buatan KMW, Jerman mulai mendarat di Tanah Air.

Varian Leopard 2A4 mulai diproduksi antara 1985 hingga 1994 oleh KMW dimana militer Jerman mendapatkan sebanyak 695 unit. Varian inilah yang dimiliki TNI AD saat ini.

10.) Tank KMW Leopard 2RI MTB

Selain memiliki versi Leopard 2A4 standar, TNI AD juga mendapatkan versi upgrade yang dinamai Leopard 2RI (Republik Indonesia). Total sebanyak 61 tank Leopard 2RI diakuisisi yang pengirimannya ke Tanah Air tuntas pada Maret 2017.

11.) Tank Pindad Harimau 105 MT

Tahun 2015 proyek tank nasional kelas medium (medium tank – MT) resmi diluncurkan. Dikembangkan bersama oleh PT Pindad dengan FNSS dari Turki. Kehadirannya untuk menggantikan tank AMX-13 dan Scorpion 90 milik Yonkav TNI AD.

Tank yang resmi mendapatkan nama Harimau ini dilengkapi kubah senjata buatan CMI, Belgia. Persenjataan utama berupa kanon Cockerill 105 mm HP (high pressure) dan senjata sekunder senapan mesin 7,62 mm koaksial.

12.) Tank Doosan Tarantula 90

Tahun 2013, Yon Kav TNI AD mulai diperkuat dengan panser kanon modern Tarantula buatan Doosan, Korea Selatan yang dikembangkang berdasar panser Black Fo 6X6.

Sebanyak 22 unit Tarantula diakuisisi. Penempatan ranpur ini disebar rata ke dua tempat. Pertama untuk Yonkav 1, Cijantung, Jakarta Timur dan yang kedua untuk Yonkav 9, Serpong, Tangerang, Banten.

13.) Tank Pindad Badak 90

Selain mendatangkan Tarantula dari Korea Selatan, Yonkav TNI AD juga diperkuat panser kanon sekelas buatan PT Pindad, yakni Badak berpenggerak 6X6. Persenjataan utama Badak serupa dengan yang diadopsi Tarantula yakni Cockeril MK3M kaliber 90 mm. Demikian juga untuk munisi yang bisa ditembakannya.

14.) Tank Marder

Kendaraan ini merupakan jenis tempur infanteri buatan Jerman yang mulai diproduksi sejak 1970-an sampai sekarang. Sebagai perancangnya adalah Rheinmetall AG yang merupakan perusahaan otomotif beserta industri pertahanan dari Jerman.

Tank ini dikenal sebagai infantry fighting vehicle (IFV) yang memiliki kemampuan tak terbatas. Kapasitasnya adalah tiga awak dengan tujuh personel. Tank memiliki berat antara 28-37 ton (tergantung jenis) dengan panjang 6,79 meter dan lebar 3,24 meter

15.) Tank Amfibi Arisgator

Ide dasarnya adalah modifikasi dan pembenahan M113 pada sektor daya apung dan propulsi sehingga M113 dapat bersalin rupa menjadi kendaraan pendarat amfibi. Untuk mewujudkan hal tersebut, ada sejumlah kit modifikasi yang disiapkan, yaitu moncong tambahan pada M113 berbentuk haluan kapal yang berisi gabus dan karet khusus yang ringan.

16.) Tank BMP-3F

Tank ini merupakan hasil kerja sama pihak Indonesia dengan Rusia berjenis IFV (infantry fighting vehicle) yang dikhususkan untuk Korps Marinir TNI AL. Tank jenis ini memiliki komputerisasi balistik yang dengan sistem digital. Semula tank ini dilengkapi senapan tipe AK-47.

Namun, di Indonesia telah disesuaikan dengan senapan serbu tipe SS-1 Pindad. Semua diubah agar sesuai dengan kondisi di Indonesia. Tameng tombak (anti-surge vane) memiliki ketebalan 10 mm dan sistem pemanas ruangan disesuaikan dengan iklim Indonesia.