4 Tips Jitu Hadapi Debt Collector dari Polisi, Dijamin Kelar Secara Damai!

Rabu, 12 Mei 2021 – 10:02 WIB

(Foto: Instagram)

(Foto: Instagram)

JAKARTA, REQnews - Baru-baru ini, seorang polisi bernama AKBP Agus membagikan sejumlah tips tentang cara menghadapi debt collector. Konten AKBP Agus yang diunggah di Instagram @tnilovers18 itu pun viral dan berhasil mencuri perhatian para peselancar dunia maya.

Menurut AKBP Agus ada 4 tips jitu yang bisa dilakukan untuk membantu menyelesaikan permasalahan dengan debt collector secara damai. Apa saja itu? Simak nih ulasannya.

Pertama, bagi siapapun yang sedang terbelit urusan dengan debt collector, mesti menanyakan identitas.

"Tanyakan identitasnya. Pak! Bapak, oke saya nunggak, bapak mana identitasnya? Bapak bukan polisi, bukan aparat. Lah gitu," kata AKBP Agus, dikutip Rabu, 12 Mei 2021.

Setelah itu, tanyakan pula kartu sertifikasi dari profesi si debt collector. Sebab, sebelum melakukan penagihan secara resmi, mereka harus memegang kartu sertifikasi dan juga surat izin menagih.

"Bapak nagih saya, mau ambil kendaraan saya. Harus punya kartu ini dong, kartu sertifikasi dari APPI untuk menagih, surat izin menagih itu ada itu," ujarnya.

Yang ketiga, wajib ditanyakan pula tentang surat kuasa. Karena dalam melakukan penagihan atau penyitaan, debt collector tidak bisa seenaknya sendiri tanpa adanya surat kuasa dari pihak perusahaan finance.

"Bapak, ini ada surat kuasanya enggak? Untuk kendaraan ini, harus itu, harus ada surat kuasa dari perusahaan finance. Jadi enggak boleh dia seenak-enaknya sendiri," kata AKBP Agus.

Terakhir, para debt collector juga harus memiliki surat sertifikat jaminan fidusia. Keempat syarat tersebut merupakan syarat mutlak.

Apabila debt collector yang menagih tak memiliki keempatnya, Anda bisa menolak dengan cara baik-baik dan sopan agar tak menimbulkan pertengkaran.

"Dan yang terakhir harus ada surat sertifikat jaminan fidusia. Pak, sertifikat jaminan fidusia (salinannya) tadi. Itu harus ada mutlak. Kalau enggak ada itu, tolong keempat-empatnya itu ditolak dengan baik-baik dan sopan. Kalau debt collectornya masih ngotot bisa minta bantuan aparat yang terdekat," tandasnya.