Mau Gampang Turunkan Berat Badan? Nih Caranya

Minggu, 23 Mei 2021 – 13:32 WIB

Dokter sekaligus pendakwah dan juga praktisi pengobatan sunah Indonesia, dr. Zaidul Akbar

Dokter sekaligus pendakwah dan juga praktisi pengobatan sunah Indonesia, dr. Zaidul Akbar

JAKARTA, REQnews - Dari sisi kesehatan, makan berlebihan tidak dianjurkan. Begitu juga dalam agama Islam, sangat tidak dianjurkan seseorang makan hingga terlalu kenyang.

Sebab, bisa berdampak pada kelebihan berat badan yang tentu saja akan membuat seseorang tak nyaman dalam bergerak dan dapat mengganggu aktifitas. Makan berlebihan atau terlalu kenyang dapat berujung pada kegemukan.

Kondisi ini bisa berdampak buruk pada kesehatan, karena kegemukan juga dikaitkan dengan sejumlah penyakit. Beberapa di antaranya adalah diabetes tipe 2, penyakit jantung, GERD atau penyakit asam lambung, sulit bernapas, sleep apnea (gangguan tidur), penyakit kanker, komplikasi kehamilan hingga depresi.

Melalui sebuah video, dokter sekaligus pendakwah dan juga praktisi pengobatan sunah Indonesia, dr. Zaidul Akbar, mengungkap alasannya. "Semakin orang itu banyak makan dan semakin banyak orang kegemukan, semakin berat ibadahnya," ujar dr. Zaidul dalam sebuah video yang diunggah di Instagram @jurussehatrasulullah_, dikutip Minggu, 22 Mei 2021.

Tidak hanya itu, Zaidul Akbar bahkan menyebut terlalu kenyang sebagai salah satu pintu masuk setan. "Itu sebabnya salah satu pintu masuk syaiton dan pintu lemahnya iman adalah terlalu kenyang," ungkap dia.

Menurut Zaidul, salah satu tanda orang terlalu kenyang adalah kegemukan. "Jadi kalau ketemu anak-anak gemuk, kalau bahasa saya enggak lucu. Lucu sih tapi, sebenarnya kasihan sama mereka. Karena gemuk itu jadi penyakit sebenarnya," pungkas dia.

Oleh karena itu, dokter 43 tahun itu menyarankan untuk segera menurunkan berat badan jika sudah kegemukan. Bagaimana caranya? Cukup kurangi asupan satu makanan ini.

"Dan bapak-bapaknya kalau sekarang gemuk turuninlah berat badan. Cara turunin berat badan gimana? Gunakan konsep asupan gulanya dikurangi," ujar dr. Zaidul Akbar.