Waspada Bunda, Nih Ciri-ciri Terasi Pasar yang Bikin Kamu Mati Muda

Senin, 14 Juni 2021 – 19:36 WIB

Waspada terasi dengan ciri-ciri tekstur terasi tersebut kasar, pewarna merahnya tidak merata, berwarna merah mencolok, dan keras. (Foto: Istimewa)

Waspada terasi dengan ciri-ciri tekstur terasi tersebut kasar, pewarna merahnya tidak merata, berwarna merah mencolok, dan keras. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Tak lengkap rasanya kalau membuat sambal tidak ditambahkan terasi. Tapi bunda wajib waspada dengan ciri-ciri terasi berikut yang bisa bikin mati muda. 

Salah satu bumbu penyedap ini memang punya aroma yang khas.Bahan dasarnya terbuat dari fermentasi udang ataupun ikan laut.

 

Ini dia ciri-ciri terasi tak layak konsumsi


Pedagang menambahkan zat pewarna ini supaya tampilan terasi lebih menarik, merah merona dan terlihat segar.

Nah, terasi yang menggunakan Rhodamin B biasanya:

  • tekstur terasi tersebut kasar
  • pewarna merahnya tidak merata
  • berwarna merah mencolok, dan keras
  • kalau dari udang kan lembut tidak keras seperti ini. Ini ada sisik-sisik ikan di produk terasinya. Diragukanlah dia menggunakan bahan udang.
  • produknya juga menggunakan zat pewarna. Kalau aslinya mungkin berwarna hitam, pucat tapi karena ini pakai zat pewarna menjadi merah, warnanya biar menarik.
  • sedangkan produk terasi yang sudah lama tidak terjual, berwarna cokelat dimana zat pewarnanya sudah pudar dan terasinya mengeras.

Padahal seperti kita ketahui, Rhodamin B merupakan pewarna pakaian yang berbahaya sekali kalau sampai termakan dan tertelan. Melansir profetik.farmasi.ugm.ac.id 28 April 2013, Rhodamin B adalah zat warna sintetis berbentuk serbuk kristal berwarna kehijauan, berwarna merah keunguan dalam bentuk terlarut pada konsentrasi tinggi dan berwarna merah terang pada konsentrasi rendah.

Pemerintah telah melarang penggunaan rhodamin B untuk makanan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 239/ Menkes/ Per/ V/ 1985 tentang zat warna tertentu yang dinyatakan sebagai bahan berbahaya.Pelarangan tersebut tentunya berkaitan dengan dampaknya yang merugikan kesehatan manusia.

 

Rhodamin B dapat membahayakan kesehatan manusia. Jika dikonsumsi berulang-ulang rhodamin B dapat menimbulkan efek toksik akumulatif yang tidak langsung muncul.Efek toksik baru terlihat beberapa tahun kemudian.

Rodhamin B ini sangat berbahaya, karena sebagian besar konsumen tidak mengetahui adanya Rhodamin B dalam makanan yang mereka konsumsi.

Parahnya lagi mereka tidak mengetahui bahwa tubuh mereka telah dirusak perlahan-lahan oleh zat berbahaya ini.Rhodamin B dapat menyebabkan iritasi saluran pernafasan, iritasi kulit, iritasi pada mata, iritasi pada saluran pencernaan, keracunan, gangguan hati/liver, dan yang paling serius adalah kanker hati.

Belakangan juga terungkap bahwa Rhodamin B dapat memengaruhi fungsi otak termasuk gangguan perilaku pada anak sekolah.

Gangguan perilaku tersebut meliputi: gangguan tidur, gangguan konsentrasi, gangguan emosi, hiperaktif dan memperberat gejala pada penderita autism.

 

 

Kalau ini, ciri terasi dengan kualitas baik:

1.) Terasi yang baik kualitasnya, pasti membuat masakan jadi semakin meningkat cita rasanya. Terasi yang berkualitas baik adalah terasi yang aromanya segar. Kalau terasi udang, aroma udangnya juga harus terasa.

 

2.) Pertimbangan lain dalam memilih terasi, terasi harus kering, tidak basah. Terasi yang basah akan mudah tercemar jamur dan aman untuk dimakan.

3.) Dari sudut penampilan, warnanya terlihat alami, agak kusam dan tidak warna merah cerah. Warna terasi yang terlalu cerah bisa merupakan tanda bahwa warnanya tidak alami. Warna masakan pun terkadang menjadi tidak cerah atau kusam karena pemakaian terasi yang tidak baik.