Mau Buat Analisa Hukum yang Baik dan Benar? Gunakan Tips Ampuh Ini

Kamis, 22 Juli 2021 – 11:30 WIB

 Bagi kalian yang berkecimpung di dunia hukum, baik pelajar maupun profesi yang berkaitan dengan hukum, pasti akan melakukan kegiatan analisa hukum terhadap suatu kasus atau permasalahan (Foto: Istimewa)

Bagi kalian yang berkecimpung di dunia hukum, baik pelajar maupun profesi yang berkaitan dengan hukum, pasti akan melakukan kegiatan analisa hukum terhadap suatu kasus atau permasalahan (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews – Bagi kalian yang berkecimpung di dunia hukum, baik pelajar maupun profesi yang berkaitan dengan hukum, pasti akan melakukan kegiatan analisa hukum terhadap suatu kasus atau permasalahan yang sedang kalian tangani.

Sehingga analisa hukum yang kalian lakukan haruslah akurat, jelas dan menjawab pertanyaan terhadap masalah yang sedang kalian analisa. Perhatikan tips berikut agar kalian dapat menciptakan analisa hukum yang baik dan benar:

 

1.      Pengumpulan fakta hukum, dengan cara melihat pada perbuatan hukum, peristiwa hukum dan keadaan hukum yang terjadi dengan rinci karena setiap fakta hukum yang diperoleh dapat menjadi bukti dalam pemecahan suatu masalah. Sikap skeptis dapat menjadi keuntungan agar dapat menguji fakta yang diperoleh, dalam menggali informasi juga perlu mengajukan pertanyaan yang memperhatikan norma dan etika untuk tidak menyinggung perasaan orang lain dan harus dilandaskan pada asas hukum yang relevan. Misalnya terdapat kegiatan melanggar hukum, maka hal yang harus digali berlandaskan pada Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

 

2.      Klasifikasi permasalahan hukum, mengenai kasus yang dihadapi merupakan ranah hukum privat atau publik, setelahnya identifikasi disiplin ilmu hukum yaitu apabila jatuh pada hukum privat, maka perlu menentukan apakah hukum perdata atau hukum dagang. Apabila hukum publik, apakah termasuk hukum tata negara, hukum pidana atau hukum internasional. Setelahnya dapat menentukan hukum acara yang mengatur permasalahan mengenai forum penyelesaian sengketa yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

 

3.      Identifikasi permasalahan hukum, berisikan pertanyaan tentang fakta dan pertanyaan tentang hukum yang bertujuan untuk menyimpulkan fakta hukum yang didukung dengan alat bukti. Sehingga dapat ditentukan bagian peristiwa hukum mana yang dapat menjadi titik terang permasalahan dan pemecahan masalahnya. Isu hukum dibahas secara cermat yang didasarkan pada teori hukum dan asas hukum yang berlaku.

 

4.      Penemuan hukum, dengan penelusuran peraturan perundang-undangan, identifikasi norma dan pemahaman norma hukum, secara spesifik sudah dapat menentukan pelanggaran apa yang dilakukan atau permasalahan hukum apa yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

 

5.      Penerapan hukum, merupakan gabungan dari semua poin 1-5 di atas yang memberikan kesimpulan dari penelitian dimaksud, sehingga memberikan suatu produk hukum mengenai norma dan asas hukum yang terkandung di dalamnya.

 

 

Penulis: Hans Gilbert Ericsson