Wajib Tahu! Nih, Tiga Langkah Keluar dari Situasi Darurat Covid Ala dr Reisa

Jumat, 23 Juli 2021 – 18:45 WIB

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro dalam konferensi pers (Foto: Istimewa)

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro dalam konferensi pers (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro membagikan tips tiga langkah jika ingin keluar dari situasi darurat Covid-19 secara Individu.

Menurutnya yang pertama harus melindungi diri sehingga tidak menjadi kasus baru. Hal itu bisa dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Pakai masker dobel, jaga jarak dengan tetap di rumah, cuci tangan sesering mungkin," ujar dr. Reisa dalam keterangan tertulis, Rabu 21 Juli 2021.

Selanjutnya adalah dengan mengurangi kegiatan atau keluar rumah untuk menurunkan mobilitas serta menjauhi kerumunan. Itu dilakukan agar tak membawa virus, karena semakin banyak manusia berkumpul di satu tempat semakin besar kemungkinan virus menyebar.

Tips kedua dari Reisa yaitu apabila terkonfirmasi positif tidak perlu panik dan berebut ruang ICU di rumah sakit. Yang harus dilakukan adalah dengan melaporkan ke Puskesmas atau Satgas setempat.

Namun, apabila gejala ringan, gunakan telemedis dan tunggu bantuan datang. "Ingat anda tidak sendirian, kita akan saling membantu, dirawat di rumah sakit atau tidak adalah keputusan dokter," katanya. 

Ia pun mengingatkan apabila menjalani isolasi mandiri, untuk rajin-rajin mengukur saturasi oksigen suhu tubuh dan tensi darah. Selain itu, tetap berkonsultasi dengan dokter dan keluarga lewat saluran virtual jangan putus komunikasi.

Kemudian, apabila terjadi pemburukan kondisi badan, komunikasi yang rutin akan memastikan bantuan akan cepat datang dan anda akan tertolong dengan segera.

Ketiga, apabila sempat kontak erat, segera laporkan ke Puskesmas untuk dites. Itu dilakukan untuk mengetahui dengan pasti kondisi tubuh agar tidak menjadi sumber penularan yang tak diduga orang lain. Apabila negatif bisa membantu tim lacak atau tim tracing memastikan aman dari penularan.

dr. Reisa mengatakan jika langkah pertama akan berkontribusi mengurangi jumlah konfirmasi dan mengurangi angka kematian, menurunkan laju penularan secara drastis. Lalu, langkah kedua akan menurunkan beban rumah sakit, bed occupancy ratio (BOR) dan meningkatkan angka kesembuhan.

Langkah ketiga membantu kabupaten dan kota mencapai target testing dan tracing yang diamanatkan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri.

Kombinasi ketiganya membantu kabupaten dan kota anda keluar dari PPKM Darurat. "Percayalah kita bisa, Indonesia, pasti bisa. Semoga Tuhan melindungi dan memberkati bangsa Indonesia," katanya.