Para Pria Mau Punya Lebih Dari 1 Istri? Ini Syarat Sahnya

Kamis, 29 Juli 2021 – 22:31 WIB

Ilustrasi pernikahan (Foto: Istimewa)

Ilustrasi pernikahan (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews – Lazimnya di Indonesia, seorang pria menikahi seorang wanita, namun ternyata seorang pria sah-sah saja menikahi lebih dari seorang isteri, asal memenuhi persyaratan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Pada asasnya, suatu perkawinan seorang pria hanya boleh memiliki satu orang isteri dan seorang wanita hanya boleh memiliki seorang suami.

 

Kendati demikian, dalam Undang-Undang perkawinan memberikan kesempatan kepada suami untuk memiliki lebih dari seorang isteri. Simak hal berikut yang dapat dijadikan landasan bagi kaum pria yang ingin menikahi lebih dari satu isteri:

 

1. Dalam hal isteri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai isteri.

2. Dalam hal isteri mendapat cacat badan maupun penyakit yang tidak dapat disembuhkan.

3. Isteri tidak dapat memberikan keturunan bagi keluarga.

4. Adanya persetujuan dari isteri bagi suami untuk memiliki lebih dari 1 isteri.

5. Suami wajib memberikan kepastian bahwa dapat menjamin keperluan hidup bagi isteri dan anak-anaknya.

6. Suami memberikan jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap isteri-isteri dan anak-anaknya.

 

Terhadap alasan di atas, wajib adanya pemberian izin dari pengadilan, maka pihak yang bersangkutan mengajukan permohonan kepada pengadilan di daerah tempat tinggalnya dan adanya unsur kehendak dari para pihak. Apabila pengadilan menemukan adanya unsur-unsur alasan di atas, maka pengadilan memperbolehkan suami untuk memiliki lebih dari satu isteri.

 

Selain dari persyaratan tersebut, alasan dasar perkawinan seperti adanya persetujuan kedua belah pihak calon pasangan suami isteri, perlunya persetujuan orang tua atau wali untuk seorang yang belum berumur 21 tahun, dan telah mencapai batas usia minimum yaitu 19 untuk laki-laki dan 16 untuk wanita, serta persyaratan lain yang diwajibkan menurut peraturan perundang-undangan.

 

Penulis: Hans Gilbert Ericsson