Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Advokat Wajib Baca! Ini Tips Paling Manjur Berkomunikasi dengan Klien

Kamis, 20 Juni 2019 – 16:30 WIB

Ilustrasi komunikasi advokat dan klien (Foto: Istimewa)

Ilustrasi komunikasi advokat dan klien (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Komunikasi merupakan kunci sukses seorang Advokat dalam menghadapi klien. Pun saat membawa masalah, klien pasti menginginkan solusi dari advokat.

Solusi itu tentunya dikemas dengan cara berkomunikasi yang menginformasikan ide/ pikiran, untuk mendidik klien mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan yang diinginkan advokat.

Lalu apa saja yang diperlukan advokat untuk berkomunikasi dengan baik terhadap kliennya? Setidaknya ada 5 poin yang wajib advokat ketahui, antara lain:

1.Memahami bahasa verbal maupun tidak verbal
2.Memperhatikan dengan seksama apa yang ingin disampaikan klien
3.Mampu meyankinkan klien dengan solusi yang kita berikan
4.Dalam situasi tertentu, mempromosikan diri untuk memberikan peran lebih, untuk menunjukan rasa empati kepada klien
5.Mudah dihubungi dan terbuka

Tak sampai disitu saja, advokat harus bisa mempraktekan kelima poin tersebut yakni dengan cara:

a. Pembukaan
Pembukaan wawancara digunakan untuk menciptakan hubungan baik antara advokat dengan klien. Tentunya dengan menciptakan suasana saling percaya dan saling berkehendak baik, serta menjelaskan maksud dan tujuan wawancara kepada klien.

Topik pembicaraan juga tidak harus berkaitan dengan permasalahan yang sedang dihadapi klien, namun juga bisa berkaitan dengan hobi, aktivitas keseharian dan sebagainya.

Hal ini mungkin terlihat tidak begitu penting, namun besar dampak kepercayaan yang akan diperoleh oleh advokat, karena kejujuran klien dalam memaparkan masalah.

b.Tengah/ Pembahasan
Bagian ini adalah pokok pembicaraan, klien berperan aktif dan advokat lebih mendengarkan keluhan klien, adanya saling bertanya, menjawab dan menanggapi satu sama lain.

Saat sudah masuk ke dalam tahap ini, tidak seperti tahap pembukaan, disarankan advokat tidak membawa topik pembicaraan keluar dari permasalahan yang sedang dipaparkan.

c.Penutup

Menjaga kepercayaan klien perlu dilakukan kembali saat melakukan penutup pembicaraan. Kepercayaan yang dibangun berbeda dengan kepercayaan yang dimaksud dalam tahap pembuka.

Kepercayaan yang dimaksud disini ialah advokat dilarang melakukan improvisasi dalam menangani perkara kliennya demi kepentingan pribadi.
Seperti sikap oportunitas, mendorong klien menyelesiakan perkara melalui proses litigasi yang berlarut-larut dengan tujuan menghabiskan pengeluaran klien, dan mengekspliotasikan klien guna mendapat popularitas klien.

Dari uraian di atas bisa ditarik kesimpulan nih gaes! Bahwa dalam menghadapi klien, advokat pelu menjaga kepercayaan, kejujuran dan berusaha memahami kondisi klien dengan baik. Stay Cool ya gaes! (Hans)