Biar Ga Ketipu! Ini Ciri dan Sifat Mata Uang Rupiah

Sabtu, 11 September 2021 – 21:01 WIB

Ilustrasi uang (Foto: Istimewa)

Ilustrasi uang (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews – Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat, memiliki mata uang yang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia yang disebut Rupiah, sebagai salah satu simbol kedaulatan negara yang harus dihormati dan dibanggakan oleh seluruh warga Negara Indonesia.

 

Rupiah juga memiliki ciri, berupa tanda tertentu pada setiap Rupiah yang ditetapkan. Tujuan dari adanya ciri tersebut untuk menunjukkan identitas, membedakan harga atau nilai nominal, dan mengamankan Rupiah dari upaya pemalsuan.

 

Bentuk dari Rupiah ada dua, yaitu kertas uang yaitu bahan baku yang mengandung unsur pengaman dan yang tahan lama, serta logam uang berupa bahan baku yang digunakan untuk membuat Rupiah logam yang mengandung unsur pengaman dan yang tahan lama.

 

Berikut adalah ciri-ciri yang wajib ada pada mata uang kertas Rupiah, berupa:

·       Gambar lambang negara ”Garuda Pancasila”.

·       Terdapat frasa ”Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

·       Adanya pencantuman sebutan pecahan dalam angka dan huruf sebagai nilai nominalnya.

·       Tanda tangan pihak pemerintah dan Bank Indonesia selaku bank sentral Republik Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.

·       Nomor seri pecahan.

·       Teks ”DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA MENGELUARKAN RUPIAH SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN YANG SAH DENGAN NILAI …”.

·       Tahun emisi dan tahun cetak mata uang.

 

Sedangkan, ciri dari mata uang logan Rupiah, setidak-tidaknya memuat hal berupa:

·       Gambar lambang negara ”Garuda Pancasila”.

·       Frasa ”Republik Indonesia”.

·       Sebutan pecahan dalam angka sebagai nilai nominalnya.

·       Tahun emisi.

 

Ciri-ciri tersebut ialah sebagai pengaman yang terdapat tertuang  pada desain, bahan, dan teknik cetak mata uang Rupiah. Selain dari cirinya, Rupiah juga memiliki sifat berupa terbuka, semi tertutup, dan tertutup. 

Bersifat terbuka artinya adanya unsur pengaman yang dapat dideteksi tanpa bantuan alat, bersifat semi tertutup ialah unsur pengaman yang dapat dideteksi dengan menggunakan alat yang sederhana seperti kaca pembesar dan lampu ultraviolet (UV), dan bersifat tertutup adalah unsur pengaman yang hanya dapat dideteksi dengan menggunakan peralatan laboratorium/forensik.

 

 

Penulis: Hans Gilbert Ericsson