Jangan Lakukan Hal Ini Terhadap Rupiah, Atau Bisa Dipenjara!

Minggu, 12 September 2021 – 18:30 WIB

Ilustrasi rupiah (Foto: Istimewa)

Ilustrasi rupiah (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews – Dalam Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam Pasal 23B menyatakan amanat bahwa macam dan harga mata uang ditetapkan dengan undang-undang, salah satunya diatur dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

 

Pengaturan tersebut diperlukan untuk memberikan pelindungan dan kepastian hukum bagi macam dan harga mata uang agar tidak disalah gunakan dan berpotensi mempengaruhi stabilitas ekonomi dan kepercayaan masyarakat nasional maupun internasional terhadap negara.

Sehingga, Rupiah sebagai mata uang Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib untuk dilindungi dan ditetapkan larangan-larangannya.

 

Setiap orang dilarang menolak untuk menerima Rupiah yang penyerahannya dimaksudkan sebagai pembayaran maupun untuk menyelesaikan kewajiban yang harus dipenuhi dengan Rupiah, termasuk segala transaksi keuangan lainnya yang dilaksanakan pada Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kecuali terdapat keraguan atas keaslian Rupiah, maupun adanya kewajiban dalam valuta asing yang telah diperjanjikan secara tertulis.

 

Berikut hal yang tidak boleh dilakukan terhadap mata uang Indonesia, yaitu Rupiah:

1.      Melaksanakan kegiatan yang meniru Rupiah, kecuali untuk tujuan pendidikan maupun promosi dengan memberi kata spesimen.

2.      Menyebarkan atau mengedarkan Rupiah tiruan, yaitu suatu benda yang bahan, ukuran, warna, gambar maupun desainnya menyerupai Rupiah, yang dibuat, dibentuk, dicetak, digandakan, atau diedarkan, tidak digunakan sebagai alat pembayaran dengan merendahkan kehormatan Rupiah sebagai simbol negara Indonesia.

3.      Merusak, memotong, menghancurkan, atau mengubah Rupiah dengan maksud merendahkan kehormatan Rupiah sebagai simbol negara.

4.      Setiap orang dilarang membeli atau menjual Rupiah yang sudah dirusak, dipotong, dihancurkan, atau diubah. Sehingga, tidak hanya kepada pihak yang melaksanakan perusakan maupun perubahan terhadap Rupiah, namun berlaku juga bagi pihak yang melakukan pembelian maupun penjualan terhadap Rupiah tersebut.

5.      Mengimpor atau mengekspor Rupiah yang sudah dirusak, dipotong, dihancurkan atau diubah.

6.      Memalsukan Rupiah, menyimpan secara fisik dengan cara apa pun yang diketahuinya merupakan Rupiah palsu yaitu suatu benda yang bahan, ukuran, warna, gambar, atau desainnya menyerupai Rupiah yang dibuat, dibentuk, dicetak, digandakan, diedarkan, atau digunakan sebagai alat pembayaran secara melawan hukum, untuk selanjutnya diedarkan dan membelanjakan Rupiah yang diketahuinya merupakan Rupiah palsu.

7.      Membawa atau memasukkan Rupiah palsu baik ke dalam atau ke luar Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk mengimpor atau mengekspor Rupiah palsu.

8.      Tindakan berupa memproduksi, menjual, membeli, mengimpor, mengekspor, menyimpan, atau mendistribusikan mesin, peralatan, alat cetak, pelat cetak, atau alat lain yang digunakan, bahan baku Rupiah atau dimaksudkan untuk membuat Rupiah palsu.

 

Apabila ditemukan ternyata suatu pihak melakukan tindakan dimaksud, maka dapat dikenakan pidana penjara dan denda miliaran Rupiah.

 

 

Penulis: Hans Gilbert Ericsson