Jalanan di Tempat Kalian Sering Rusak Padahal Baru Dibangun? Pastikan Sudah Ada Uji Kelaikan

Selasa, 12 Oktober 2021 – 12:02 WIB

Ilustrasi jalan (Foto: Istimewa)

Ilustrasi jalan (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews – Jalan merupakan seluruh bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan rel dan jalan kabel.

Selain itu, jalan juga memiliki peranan penting untuk memudahkan akses dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat, mudah dan lebih efisien. Oleh karenanya, terdapat penyelenggara jalan dan membangun dan melaksanakan preservasi jalan.

Dalam melaksanakan preservasi jalan atau peningkatan kapasitas jalan wajib menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan. Tindakan tersebut diwujudkan dengan berkoordinasi bersama dengan instansi yang bertanggung jawab di bidang sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan dan kepolisian Negara Republik Indonesia.

Apabila terdapat jalan di tempat kalian yang sering rusak padahal baru saja dibangun, sebagai warga negara yang membayar dan taat pajak, masyarakat dapat mempertanyakan pelaksanaan uji kelaikan jalan. Jalan yang dioperasikan harus memenuhi persyaratan laik fungsi jalan, baik secara teknis maupun administratif.

Penyelenggara jalan wajib melaksanakan uji kelaikan fungsi jalan sebelum pengoperasian jalan tersebut, dan dilaksanakan secara berkala dalam jangka waktu paling lama 10 (sepuluh) tahun atau sesuai dengan kebutuhan. Untuk memastikan jalan dimaksud benar-benar sudah memenuhi standar yang ditetapkan, maka dilakukan oleh tim uji laik fungsi jalan yang dibentuk oleh penyelenggara jalan.

Tim uji laik terdiri dari penyelenggara jalan, instansi yang bertanggung jawab di bidang sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, serta kepolisian negara Republik Indonesia. Hasil atas uji kelaikan fungsi jalan, wajib untuk dipublikasikan dan ditindaklanjuti oleh penyelenggara jalan, instansi yang bertanggung jawab di bidang sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, maupun kepolisian Indonesia.

Terlebih lagi, dalam praktiknya, penyelenggaraan di bidang jalan meliputi kegiatan pengaturan, pembinaan, pembangunan, dan pengawasan prasarana jalan, sehingga meliputi:

Inventarisasi tingkat pelayanan jalan dan permasalahannya.

1.      Penyusunan rencana dan program pelaksanaannya serta penetapan tingkat pelayanan jalan yang diinginkan.

2.      Perencanaan, pembangunan, dan optimalisasi pemanfaatan ruas jalan.

3.      Perbaikan geometrik ruas jalan atau persimpangan jalan.

4.      Penetapan kelas jalan pada setiap ruas jalan.

5.      Uji kelaikan fungsi jalan sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan berlalu lintas.

6.      Pengembangan sistem informasi dan komunikasi di bidang prasarana jalan.

 

Penulis: Hans Gilbert Ericsson