Ini Cara Jitu Pencegahan dan Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas oleh Pemerintah

Selasa, 12 Oktober 2021 – 17:55 WIB

Ilustrasi Kecelakaan (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Kecelakaan (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews – Indonesia yang setiap harinya selalu mengalami peningkatan jumlah kendaraan yang diikuti dengan bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya aktivitas, menimbulkan pada meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas.

Hal ini lantas menimbulkan tanggang jawab pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat, baik dalam bentuk pencegahan maupun berupa penanganan terhadap kecelakaan lalu lintas.

Pada dasarnya, kecelakaan lalu lintas dapat disebabkan oleh kelalaian pengguna jalan, ketidaklaikan kendaraan, ketidaklaikan jalan maupun lingkungan, serta digolongkan atas 3 hal kecelakaan yaitu:

·       Kecelakaan lalu lintas ringan, merupakan kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan kendaraan atau barang.

·       Kecelakaan lalu lintas sedang, yaitu kecelakaan yang mengakibatkan luka ringan dan kerusakan kendaraan atau barang.

·       Kecelakaan lalu lintas berat kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia atau luka berat.

Dalam melaksanakan pencegahan kecelakaan lalu lintas,  pemerintah memaksakannya melalui partisipasi dengan para pemangku kepentingan, pemberdayaan masyarakat, penegakan hukum melalui peraturan perundang-undangan yang berisikan pedoman, larangan maupun sanksi, dan kemitraan global.

Hal ini di implementasikan dengan pola penahapan yang meliputi program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang oleh forum lalu lintas dan angkutan jalan di bawah koordinasi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Walaupun sudah berbagai cara atau metode pencegahan, kecelakaan lalu lintas tetap terjadi, oleh karenanya, perencanaan selanjutnya ialah penanganan terhadap kecelakaan lalu lintas, berupa penanganan oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan cara:

1.      Mendatangi tempat kejadian dengan segera untuk menolong korban kecelakaan.

2.      Melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara sebagaimana diperlukan sesuai dengan kondisi kejadian.

3.      Mengolah tempat kejadian perkara berupa duduk perkara dan penyebab kecelakaan.

4.      Mengatur kelancaran arus lalu lintas sebagai dampak dari kecelakaan yang terjadi.

5.      Mengamankan barang bukti guna menindaklanjuti peristiwa dan akibat hukum yang terjadi dan melakukan penyidikan perkara.

 

 

Penulis: Hans Gilbert Ericsson