IFBC Banner

Jangan Sebar Gambar dan Foto Sembarangan di Medsos, Kamu Bisa Dihukum hingga 6 Tahun Bui

Jumat, 12 November 2021 – 22:45 WIB

Medsos (Foto:istimewa)

Medsos (Foto:istimewa)

JAKARTA, REQNews - Hati-hati mengunggah gambar atau foto di media sosial, pasalnya ada hukum yang bisa menjerat kamu. Karena itu sebelum menyebarkan foto kamu harus memperhatikan privasi orang baik.

Perlu diketahui, menyebarkan foto tidak layak untuk dikonsumsi publik seperti foto yang 'berbau' fornografi, sadisme dan kekerasan sepeerti menampilkan jenazah korban kecelakaan bisa berakibat hukuman.

Hukuman yang dimaksud adalah Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Dalam UU ITE, ancaman itu secara eksplisit dibahas dalam Pasal 27 ayat 1.

Dalam pasal itu ditegaskan bahwa "Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).


Selain itu Kamu juga tidak boleh menyebar gambar atau foto yang ada orang lainnya sembarangan. Pasalnya penyebaran foto tanpa izin dapat dipidana. Jadi, ketika Anda ingin mengupload sebuah foto yang ada orang lain di dalamnya harus izin dahulu.

Belum banyak masyarakat Indonesia yang mengerti akan hal ini sehingga dianggap sebagai masalah sepele. Padahal jika orang yang difoto tidak suka dapat saja menempuh jalur hukum.

Jika sudah ada bukti jelas, maka tidak akan mudah bagi Anda menghindari jeratan hukum. Anda tidak berhak membagikan foto orang lain ke media sosial tanpa izinnya.

Hal ini diatur dalam UUHC Pasal 19 s.d 23 tentang hak dari orang yang menjadi objek dalam sebuah foto. Di mana pemotret memang memiliki hak pencipta atas foto-fotonya, tapi harus mendapatkan ijin dari orang yang dipotret.

Apabila Anda memotret seseorang tanpa izinnya dapat dikenakan hukuman maksimal 10 tahun kurungan. Jika ditambah dengan penyebaran di medsos tanpa izin dapat menambah hukuman 2 tahun penjara dengan denda 150 juta.