4 Smartphone dengan Sistem Keamanan Terbaik untuk Para Pengacara
JAKARTA, REQnews- Sebagai pengacara kita wajib sekali menjaga privasi klien kita, apa lagi jika berhubungan dengan perkara yang sedang kita hadapi. Apalagi kepercayaan yang diperoleh advokat dari klien menerbitkan kewajiban bagi advokat untuk menjaga kerahasiaan segala sesuatu yang diketahui atau diperoleh dari kliennya. Kewajiban advokat untuk menjaga kerahasiaan dalam hubungan advokat-klien diatur secara tegas baik di dalam UU Advokat (pasal 19 ayat 1) maupun di dalam KEAI (pasal 4 huruf a).
Nah, biasanya karena keterbatasan waktu advokat sering sekaling sekali mengirim data atau berkas melalui ponsel. Perangkat smartphone secara umumnya memiliki sisi lemah atau buruk dalam menjaga privasi penggunanya.
Bayangkan, dengan smartphone yang dimiliki saat ini sesorang kapan pun bisa melacak keberadaan dan bahkan bisa mengetahui data privasi klien kita. Hal itu dikarenakan pada smartphone biasanya ada sistem pelacak hingga bisa saja melakukan ping dari menara sel dan mengunci satelit GPS.
Beriku 4 smartphone dengan sistem keamanan privasi terbaik, yang cocok dipakai untuk para pengacara:
1. Blackphone 2

Sebagai perangkat Android, Blackphone 2 ini memiliki kemampuan untuk mengisi ulang kata sandi LastPass dengan cepat ke bidang teks dan aplikasi, jadi prosesnya masih cukup mudah.
Blackphone 2 menggunakan enkripsi AES 128-bit, meskipun ini adalah variasi disk penuh, yang berarti sekali kunci dekripsi (PIN atau kata sandi Kita) telah dimasukkan, seluruh partisi data didekripsi. Ini masih merupakan implementasi yang sangat aman, namun enkripsi ditangani sepenuhnya oleh softwarenya, sehingga bisa berdampak pada kinerja perangkat bila dibandingkan dengan smartphone seperti iPhone, yang menggunakan mesin enkripsi pada hardwarenya.
Tidak hanya itu, Blackphone 2 memiliki fitur mengagumkan lainnya yang disebut CIDS (Cellular Intrusion Detection System), yang memberi tahu Kita saat perangkat terhubung ke menara sel yang mencurigakan, untuk melindungi panggilan dan pesan teks Kita terhadap perangkat surveilans StingRay yang digunakan oleh agensi pemerintahan. Blackphone 2 secara otomatis akan memicu penghapusan data penuh setelah 10 upaya login gagal, jadi Kita dapat yakin bahwa hack password brute-force tidak akan membiarkan orang masuk ke telepon Kita. Diketahui harga ponsel ini masih berkisar $599 atau Rp 8 juta.
2. BlackBerry PRIV

Ya, ponsel besutan BlackBerry ini dibekali oleh beberapa fitur tambahan privasi yang berlapis-lapis di atas basis kode utama Androidnya, termasuk fitur BlackBerry signature yang mampu membuat potongan keyboard mekanis slide-nya. Seperti Blackphone 2, BlackBerry PRIV ini juga tidak memiliki pemindai sidik jari, yang bisa menjadi positif atau negatif tergantung bagaimana Kita melihatnya secara pribadi sebagai penggunanya. Kita memang tidak dapat masuk ke LastPass dengan sidik jari Kita.
Untuk membuat enkripsi lebih kuat lagi, ponsel ini menggunakan kunci AES 256-bit, yang berarti ada 2 kekuatan 256 kombinasi yang mungkin. BlackBerry berkomitmen untuk program patch keamanan bulanan sistem Androidnya, Diketahui harga BlackBerry PRIV ini masih berkisar $379 atau Rp 5,1 juta di Amazon.
3. iPhone 7

Smartphone iPhone 7 dan 7+ ini masih berada di posisi pertama dalam hal fitur keamanan iPhone lainnya. Fitur Pemindai sidik jari Touch ID iPhone memungkinkan Kita masuk ke ponsel dalam satu ketukan, karena fitur ini bekerja sama dengan banyak aplikasi perbankan dan layanan serupa, seperti LastPass. Kita dapat melihat biometrik-nya sebagai resiko keamanan. iPhone 7 ini menggunakan sistem kemanan enkripsi berbasis file AES 256-bit, yang sama bagusnya dengan smartphone lainnya saat ini, namun didukung oleh mesin enkripsi hardware khusus, yang memberikan kontribusi besar terhadap kecepatan membaca dan menulis pada perangkatnya.
Redaktur : Safwan Hadi Rachman
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.