Dear Kaum Adam! Waspada... Ternyata Menurut Penelitian Kebiasaan Ini Bisa Bikin Penis Mengecil

Sabtu, 25 Desember 2021 – 20:01 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan para ilmuwan mengungkap fakta mengejutkan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa bahan kimia industri bisa membuat penis mengecil atau menyusut beberapa persen sehingga otomatis juga mempengaruhi kesuburan.

Fakta ini disampaikan oleh seorang profesor kedokteran lingkungan dan kesehatan masyarakat di Sekolah Kedokteran Icahn di New York City, dr. Swan.

Diungkapkan dr. Swan, selama lebih dari 25 tahun dia dan tim bekerja untuk memahami dampak bahan kimia terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

Hasilnya, sebuah fakta mengerikan terungkap, yakni bahwa penis pria bisa menyusut akibat terpapar polusi.

Hasil penelitiannya itu kemudian dituangkan ke dalam sebuah buku berjudul "Count Down: How Our Modern World Is Threatening Sperm Counts, Altering Male and Female Reproductive Development, and Imperiling the Future of the Human Race".

"Saya telah berbicara dengan para ilmuwan dan organisasi ilmiah dan menerbitkan penelitian tentang efek kesehatan lingkungan dan reproduksi ini selama bertahun-tahun," kata dr. Swan kepada Health, dikutip Sabtu, 25 Desember 2021.

"Tujuan saya dengan buku ini adalah untuk menjangkau sebanyak mungkin orang dan membawa perhatian mereka pada krisis kesehatan reproduksi saat ini serta bahan kimia di lingkungan kita dan faktor gaya hidup yang mendorong perubahan ini," lanjutnya.

Dia lantas menjelaskan bahwa ukuran penis mengecil akibat polusi bisa terjadi sejak manusia masih berupa janin di dalam rahim.

"Ketika seorang wanita hamil memiliki konsentrasi bahan kimia tubuh yang lebih tinggi seperti ftalat, yang menurunkan kadar testosteron, perkembangan alat kelamin bayi laki-lakinya terganggu," jelas dr. Swan.

"Ini menghasilkan apa yang disebut 'sindrom ftalat' yang mencakup ukuran penis yang lebih kecil," sambungnya.

Dokter Swan menerbitkan data tentang hal itu pada tahun 2005 silam. Karyanya yang muncul di jurnal Environmental Health Perspectives mengaitkan ftalat—bahan kimia buatan yang banyak digunakan dalam mainan, deterjen, cat kuku, sabun, dan banyak lagi—dengan perubahan fisik pada anak-anak.

Disebutkan, mereka yang lahir dari ibu dengan konsentrasi ftalat yang lebih tinggi dalam tubuh mereka cenderung memiliki ukuran penis yang lebih kecil pada pemeriksaan 12 bulan dan testis yang belum sepenuhnya turun.

Penelitian tambahan pun telah menemukan hasil yang serupa. Selain ukuran, ini ternyata juga berpengaruh pada kesuburan si pemilik penis.

Terlihat dari masalah reproduksi pada pria yang meningkat sekitar 1% setiap tahun di negara-negara Barat. Ini termasuk penurunan kadar testosteron dan penurunan jumlah sperma.