Pusing Tahun Depan Masih Banyak Cicilan? Baca Doa Ini Rutin, Utang Bakal Tuntas

Rabu, 29 Desember 2021 – 04:04 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Pergantian tahun tidak selalu membawa kegembiraan bagi semua orang. Karena, ada yang merasa hidupnya masih saja serba sulit akibat cicilan yang menumpuk.

Jangan khawatir. Tetaplah berusaha sekeras mungkin, dan jangan lupa meminta kepada Allah SWT rezeki yang lebih banyak serta berbagai kemudahan lainnya.

Cobalah baca doa-doa berikut ini agar semua utang dan cicilanmu segera lunas tak tersisa.

1. Doa dari Rasulullah SAW agar Bebas Lilitan Utang

"Allahumma robbas samaawaatis sab'i wa robbal 'arsyil 'azhim, robbana wa robba kulli syaiin, faaliqol habbi wan nawaa wa munzilat tauroti wal injil wal furqon. A'udzu bika min syarri kulli syaiin anta akhidzum binashiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syaiun wa antal akhiru falaysa ba'daka syaiun, wa antazh zhohiru fa laysa fauqoka syaiun, wa antal baathinu falaysa dunaka syaiun, iqdli 'annad daina wa aghnina minal faqri."

Artinya: "Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai 'Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Alquran). Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah). Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelah-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang lahir, tidak ada sesuatu di atas-Mu. Engkaulah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran."

2. Doa dari Rasulullah SAW untuk Berlindung dari Kesulitan

"Allahumma innii a’udzubika minal hammi wal-hazani, wa a’udzubika minal ‘ajzi wal-kasali, wa a’udzubika minal jubni wal-bukhli, wa a’udzubika min gholabatid-daini wa qohrir-rijaali”

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kedukaan, dari lemah kemauan dan rasa malas, dari sifat pengecut dan bakhil, dari banyak hutang dan kezaliman manusia.”