Jadi Korban PHK? Pastikan Perusahaan Bayar Pesangon Sesuai dengan Perhitungan Ini

Senin, 10 Januari 2022 – 11:50 WIB

Di masa pandemi Covid-19, banyak karyawan tetap yang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) (Foto: Istimewa)

Di masa pandemi Covid-19, banyak karyawan tetap yang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Di masa pandemi Covid-19, banyak karyawan tetap yang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Pasalnya tidak semua perusahaan yang mampu bertahan menghadapi dampak pandemi. Mulai dari sektor UMKM, properti, pariwisata, ritel, industri hingga energi terpaksa melakukan PHK terhadap karyawannya. 

Nah, jika kamu jadi salah satu korban PHK, pastikan perusahaan membayar pesangon kamu sesuai dengan aturan yang berlaku. 

 

Adapun aturan tersebut telah tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja.

Selain itu dalam UU Cipta Kerja menerangkan komponen gaji/upah pesangon pemutusan hubungan kerja yang diberikan mencakup gaji pokok serta tunjangan tetap untuk karyawan dan keluarganya.

 

Dalam pasal 40 ayat 1 PP tersebut menyebutkan bahwa apabila terjadi PHK, maka pengusaha wajib membayar pesangon dan uang penghargaan masa kerja.


Pasal 40
(1) Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja, Pengusaha wajib membayar uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.

Lalu dalam Ayat 2 dijelaskan secara rinci terkait jumlah uang pesangon yang diwajibkan dalam Ayat 1. Dikatakan bahwa perhitungan pesangon PHK didasarkan pada masa kerja karyawan.


Berikut perhitungan pesangon PHK sesuai lama atau masa kerja karyawan:


- Masa kerja kurang dari 1 tahun masa kerja : 1 bulan gaji

- Masa kerja 1 tahun atau lebih, tapi kurang dari 2 tahun masa kerja : 2 bulan gaji

- Masa kerja 2 tahun atau lebih, tapi kurang dari 3 tahun masa kerja : 3 bulan gaji

- Masa kerja 3 tahun atau lebih, tapi kurang dari 4 tahun masa kerja : 4 bulan gaji

- Masa kerja 4 tahun atau lebih, tapi kurang dari 5 tahun masa kerja : 5 bulan gaji

- Masa kerja 5 tahun atau lebih, tapi kurang dari 6 tahun masa kerja : 6 bulan gaji

- Masa kerja 6 tahun atau lebih, tapi kurang dari 7 tahun masa kerja : 7 bulan gaji

- Masa kerja 7 tahun atau lebih, tapi kurang dari 8 tahun masa kerja : 8 bulan gaji

- Masa kerja 8 tahun atau lebih masa kerja : 9 bulan gaji

Nah, selain uang pesangon tersebut, karyawan wajib mendapatkan uang penghargaan masa kerja, perhitungannya menggunakan jumlah masa kerja juga.

Untuk masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun mendapatkan 2 (dua) bulan upah. Kemudian masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan) tahun mendapatkan 3 (tiga) bulan upah.

Sementara masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua belas) tahun, 4 (empat) bulan upah, untuk masa kerja 12 (dua belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 (lima belas) tahun, 5 (lima) bulan upah.

Masa kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 (delapan belas) tahun, 6 (enam) bulan upah, untuk masa kerja 18 (delapan belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 (dua puluh satu) tahun, 7 (tujuh) bulan upah, sedangkan masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 (dua puluh empat) tahun, 8 (delapan) bulan upah, dan dan masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau lebih, 10 (sepuluh) bulan upah.

Adapula uang penggantian hak yang juga seharusnya diterima:

a. cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur;
b. biaya atau ongkos pulang untuk Pekerja/Buruh dan keluarganya ke tempat dimana Pekerja/ Buruh diterima bekerja; dan
c. hal-hal lain yang ditetapkan dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama.