Sertifikat Tanah Hilang? Tak Perlu Khawatir, Ini Biaya dan Cara Mengurusnya

Selasa, 11 Januari 2022 – 12:00 WIB

Ilustrasi sertifikat tanah (Foto: Istimewa)

Ilustrasi sertifikat tanah (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Sebagai bukti atas kepemilikan barang berharga dalam hal ini sebidang lahan atau tanah, sertifikat tanah menjadi penanda ilegal yang harus disimpan dengan baik dan benar. Hal itu patut dilakukan agar ketika akan bertransaksi tanah, pemilik tanah tak menemui kesulitan.

Namun, dalam kondisi tertentu kejadian tak terduga bisa saja terjadi. Misalnya sertifikat tanah hilang atau rusak. Nah, sebagai pemilik sertifikat tanah hal yang pertama harus dilakukan adalah tetap tenang. Pasalnya, hak atas tanah tetap melekat sepanjang pemilik tanah tidak melepaskan haknya atau peralihan hak. 

Pemilik tanah atau pemegang sertifikat tanah bisa menyampaikan permohonan penerbitan kembali sertifikat tanah karena alasan hilang atau rusak.

Sertifikat tanah yang hilang bisa diajukan penggantinya sesuai dengan Pasal 57 Peraturan Pemerintah No.24 Pasal 57 Tahun 1997 tentang pendaftaran tanah.

Sebetulnya, tak sulit mengurus penerbitan kembali sertifikat tanah. Perlu dicatat, permohonan sertifikat baru ini hanya bisa diajukan oleh seseorang yang namanya tercantum sebagai pemegang hak.

Selain itu, bisa juga pihak lain yang merupakan penerima hak berdasarkan akta PPAT.

Berikut adalah cara mengurus kehilangan sertifikat tanah, dikutip dari laman resmi Kementerian Agraria dan BPN:

Syarat mengurus sertifikat tanah yang hilang

Siapkan terlebih dahulu dokumen berikut ini sebelum mengurus ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN).

  1. Fotokopi identitas penduduk yaitu KTP. Lengkapi dengan foto identitas yang diberi kuasa, jika pengurusan ini dikuasakan kepada orang lain.
  2. Surat kuasa.
  3. Formulir permohonan penerbitan kembali sertifikat tanah yang ditandatangani oleh pemilik tanah atau pemegang kuasa di atas meterai.
  4. Fotokopi sertifikat tanah yang hilang (jika ada).
  5. Surat tanda lapor kehilangan dari kepolisian setempat.

 

 

Cara mengurus penerbitan kembali sertifikat tanah

Jika syarat tersebut sudah lengkap, pemohon bisa langsung ke kantor BPN di wilayah terdekat dengan lokasi tanah. Setelah dokumen diserahkan, pemohon bisa menunggu waktu yang ditentukan oleh petugas BPN untuk melakukan sumpah perihal kehilangan sertifikat tanah.

Sesi pengambilan sumpah ini akan dipimpin oleh rohaniawan kantor BPN setempat, dan selanjutnya pemohon akan menandatangangi surat pernyataan di bawah sumpah.

Kemudian pemohon juga akan diminta mengumumkan kehilangannya di surat kabar harian di kota domisili, guna mencegah sanggahan dari pihak lain yang mengklaim tanah yang dimaksudkan.

Jika dalam waktu satu bulan tak ada yang menyanggah iklan tersebut, maka BPN akan menerbitkan sertifikat tanah pengganti.

 

Lebih lengkapnya, permohonan pergantian sertifikat tanah yang hilang diatur dalam Pasal 59 di PP 24 nomor 1997: 

- Pernyataan sumpah dari yang bersangkutan di hadapan Kepala Kantor Pertanahan atau Pejabat yang ditunjuk;
- Mengabarkan pengumuman kehilangan 1 (satu) kali dalam salah satu surat kabar setempat;
- Pengajuan keberatan atas penerbitan sertifikat pengganti dari pihak lain dapat disampaikan dalam waktu 30 hari sejak hari pengumuman.
- Bukti ahli waris dapat berupa Akta Keterangan Hak Mewaris, Surat Penetapan Ahli Waris, atau Surat Keterangan Ahli Waris sesuai Pasal 42 ayat 1 PP No.24 Tahun 1997.

 

 

Biaya Pembuatan


Perkiraan biaya yang harus kamu keluarkan untuk membuat surat tanah pengganti yaitu:

Rp 350.000 untuk penerbitan sertifikat tanah pengganti

Rp 850.000 untuk pembuatan iklan pengumuman di media cetak

Dalam hal pemegang hak sudah meninggal, makan permohonan dapat diajukan oleh sang ahli waris dengan cara menunjukkan bukti ahli waris.