Dear CEO, Jangan Ucapkan Hal Ini Pada Karyawan!

Sabtu, 22 Januari 2022 – 23:30 WIB

Ilustrasi CEO dan karyawan. (Foto: Pexels.com)

Ilustrasi CEO dan karyawan. (Foto: Pexels.com)

Jakarta, REQnews - Kinerja dan kualitas karyawan tak luput dari sosok CEO atau pemimpin perusahannya. Oleh sebab itu, seorang pemimpin perusahaan harus mampu membangkitkan serta memotivasi karyawannya untuk terus bergerak maju.

Cara berucap seorang CEO kepada karyawan juga harus diperhatikan. Karena hal ini bisa memengaruhi motivasi para karyawannya.

Berikut REQnews.com rangkum ucapan-ucapan yang harus dihindari seorang CEO saat berbicara kepada karyawannya.

1. "Saya terlalu sibuk"
Dalam hal sesibuk apapun, pemimpin tidak boleh mengucapkan kalimat tersebut. Pemimpin yang baik akan berempati dan berusaha meluangkan waktunya.

2. "Saya tidak peduli"
Dengan mengucapkan kalimat seperti itu, maka dapat dilihat bahwa CEO menunjukkan ketidakpedulian terhadap perusahaanya sendiri. Apabila pemimpin perusahan tidak memiliki rasa kepedulian terhadap perusahannya sendiri, maka karyawannya pun tidak akan peduli dengan kinerjanya untuk kepentingan perusahaan.

3. "Kami bisa mencari karyawan lain yang lebih kompeten"
Seorang CEO tidak boleh mengucapkan kalimat ini sama sekali. Jika mengucapkan kalimat tersebut, karyawan akan merasa kompetensinya cukup direndahkan dan menjadi sebuah ancaman.

4. "Kamu seharusnya bisa bekerja lebih baik lagi"
Ketika seorang karyawan meminta feedback terkait hasil pekerjaannya, seorang CEO tidak boleh mengatakan ini. Biasanya dalam memberikan feedback, CEO akan memberikan jawaban mengenai detail atau gambaran dalam memulai meningkatkan kinerja.

5. "Saya lebih suka bekerja dengan X daripada Y"
Seorang pemimpin yang baik tidak akan pernah menganakemaskan seorang karyawan serta membandingkan kinerja para karyawannya.

6. "Saya lebih paham soal ini"
CEO yang sombong tidak akan disukai oleh karyawannya. Sebab kenyataannya, tidak ada pemimpin yang selalu tahu apa yang dibutuhkan dan apa yang sebaiknya dilakukan. CEO adalah orang yang mau mendengarkan dan tidak sungkan bertanya kepada karyawannya ketika ia belum menemukan jawaban yang memuaskannya dalam menangani suatu pekerjaan.