Ini Risiko Olahraga Lari Jarak Jauh Tanpa Persiapan

Minggu, 14 Juli 2019 – 16:00 WIB

Ilustrasi olahraga lari (Foto: Istimewa)

Ilustrasi olahraga lari (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Buat para penegak hukum yang hobi olahraga lari jarak jauh, tampaknya wajib baca artikel ini. Sebab menurut dokter ahli dan spesialis kedokteran olahraga, ternyata ada risiko yang bisa terjadi bila tidak memiliki persiapan sebelum melaksanakannya.

Apalagi olahraga lari memiliki pelbagai risiko, mulai dari yang ringan hingga yang paling parah adalah kematian. "Dalam perkembangan fenomena olahraga lari ini juga terdapat berbagai kasus ringan seperti cedera, terkilir, overused injury, dehidrasi, hingga yang berat seperti pingsan bahkan meninggal," kata dokter dari RS Mitra Kemayoran dan Klinik Slim n Health Jakarta, dr Michael Triangto Sp.KO di Jakarta, Minggu 14 Juli 2019.

Menurut Michael, kasus-kasus risiko berat tersebut dinilai sebagai puncak gunung es. Sebab banyak kejadian pingsan atau kematian akibat olahraga lari yang tak terlaporkan. Semisal dalam catatan sejarah olahraga marathon Pheidippides, seorang prajurit Yunani mati usai berlari sejauh 42.195 km ke Athena untuk memberitahukan kemenangan perang di marathon.

"Kejadian itu mengingatkan kita kalau berlari sejauh itu dapat berakibat fatal bila tidak memiliki kesiapan fisik yang prima," katanya.

Untuk menekan terjadinya gangguan kesehatan dari olahraga lari, Michael menganjurkan untuk berlari secara bertahap mulai dari kelas 5 km, 10 km, dan separuh marathon. Pelari juga harus memeriksakan kesehatan maupun kebugaran tubuhnya secara teratur, dinyatakan dalam bentuk sertifikat kesehatan untuk berlari dalam tingkatan kemampuan masing-masing.

"Dengan demikian diharapkan tidak akan ada pemula yang dapat langsung mengikuti lomba marathon tanpa melalui 5 km, 10 km, half marathon terlebih dahulu," katanya.

Setelah cek kesehatan, pelari itu sendiri juga disarankan untuk mengatasi masalah kesehatan pada dirinya apabila memang terbukti ditemukan suatu penyakit.

Namun dari sudut kedokteran olahraga, dirinya melihat peningkatan minat masyarakat dalam berolahraga lari mampu meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Sekaligus dapat mengurangi terjadinya penyakit-penyakit tidak menular.

"Seperti obesitas, diabetes melitus, hipertensi, kolesterol darah tinggi dan penyakit-penyakit lainnya, jika kita mampu mengantisipasi hal–hal negatif yang mungkin terjadi," ujarnya.