5 Cara Begadang Sehat untuk Para Lawyer

Kamis, 18 Juli 2019 – 19:00 WIB

Ilustrasi Begadang (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Begadang (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews- Sebagai Lawyer  mempunyai pekerjaan yang menumpuk adalah hal yang wajar. Pekerjaan yang menumpuk kerap membuat Anda harus begadang demi mengejar date line, Pada keadaan ini, kopi atau teh sering dijadikan pilihan utama agar mata dan semangat tetap terjaga.

Memangkas waktu tidur sebenarnya tidak sehat, tidak peduli sedikit atau banyak. Efeknya mulai dari mood buruk, fungsi kognitif dan membuat keputusan yang tidak optimal, hingga berujung pada obesitas atau diabetes.

 Lalu, apa solusinya? Jika memang Anda terpaksa untuk begadang, mengapa tidak sekalian saja melakukannya dengan cara yang sehat?

Berikut Tips begadang sehat untuk para pengacara;

1. Menabung tidur sebelum begadang

Meskipun kapan harus begadang tidak selalu bisa diantisipasi, jika kebetulan Anda mengetahui dari jauh-jauh hari jadwal tersibuk Anda atau waktu-waktu di mana stress akan memuncak, Anda bisa mempersiapkan tubuh Anda. Jika Anda sudah terlanjur kurang tidur dan tetap akan begadang, efek buruk dari kurang tidur akan semakin menumpuk.

Coba untuk cicil penuhi waktu tidur Anda dari jauh-jauh hari agar saat hari-H begadang, tubuh Anda akan dengan cepat menyesuaikan sistemnya untuk menemani Anda terjaga semalaman suntuk.

2. Boleh ngopi, tapi…

Boleh saja menyeduh secangkir kopi panas atau menenggak minuman energi agar mata bisa terus melek. Tapi, minum lebih dari dua gelas kopi saat begadang bukannya meningkatkan konsentrasi, namun justru akan membuat Anda gelisah dan hilang fokus.

Triknya, puasalah minum kopi setidaknya seminggu menjelang hari-H begadang, jika Anda sudah tahu kapan akan begadang. Siang hari sebelum begadang, Anda bisa minum secangkir kopi sebelum tidur siang. Minum kopi sebelum tidur siang akan menghilangkan efek inersia tidur, alias teler setelah bangun tidur. Selama begadang, ganti cangkir kopi hangat Anda dengan gelas besar air putih.

3. Camilan tinggi protein

Tubuh Anda membutuhkan sesuatu untuk dibakar agar Anda bisa tetap terjaga sepanjang malam, khusunya jika Anda sedang mengerjakan pekerjaan yang membutuhkan kerja otak intensif, seperti membuat skripsi atau proyek kantor. Ngemil adalah ide yang baik.

Tapi, jangan salah pilih, pilih camilan yang bisa memberikan energi tahan lama yang mengandung protein murni, seperti protein shakes, greek yogurt dan topping buah-buahan, atau irisan apel yang dioles selai kacang.

4. Jangan duduk diam, aktif bergerak!

Jika Anda mengerjakan pekerjaan di meja, sering-seringlah beranjak bangun dan jalan-jalan sejenak. Dilansir dari WebMD, jalan-jalan 10 menit meningkatkan energi yang dibutuhkan untuk dua jam selanjutnya, jika dibandingkan dengan hanya mengonsumsi energy bar atau cokelat batangan. Jadi, istirahatlah sejenak setiap kali Anda sudah mulai merasa ngantuk dan berjalanlah ke dapur untuk mengambil camilan sehat teman begadang Anda.

Ketika Anda mengerahkan energi fisik, tubuh akan mengirimkan sinyal ke otak untuk mengingatkan agar otak tetap fokus dan waspada, tidak terhanyut dalam kantuk. Selain itu, asupan oksigen ke otak yang terus terjaga akan membantu kemampuan otak Anda untuk belajar dan menyimpan informasi, serta meningkatkan pemikiran kreatif.

5. Nyalakan lampu terang

Ada sains di balik mengapa kita lebih cepat mengantuk di malam hari. Layaknya tubuh memproduksi vitamin D di pagi hari dengan bantuan sinar matahari, tubuh akan memproduksi hormon melatonin yang membuat kita mengantuk, dengan bantuan kegelapan di malam hari.

Jika Anda ingin begadang, situasikan lingkungan kerja Anda agar seterang mungkin. Cahaya memiliki efek yang kuat pada jam internal tubuh. Sinar terang dapat memanipulasi sistem tubuh dan membuatnya mengira bahwa ini belum saatnya untuk Anda tidur.

Jam sirkadian tubuh memiliki koneksi langsung ke mata, dan cahaya terang dapat mengatur ulang jam internal Anda. Jam internal tubuh inilah yang bisa memberi tahu Anda ketika tubuh sedang terjaga atau saat kelelahan.

Selain lampu ruangan, Anda juga bisa situasikan lampu belajar, lampu meja, atau sumber sinar apapun (layar laptop atau ponsel Anda) sedekat mungkin dengan mata Anda untuk memberikan sinyal waspada pada tubuh.