IFBC Banner

Mau Nikahi Oppa Korea Seperti Maudy Ayunda? Cek Dulu Nih Syarat dan Prosedur Pernikahan Beda Negara!

Selasa, 24 Mei 2022 – 08:01 WIB

Syarat dan prosedur pernikahan beda negara seperti Maudy Ayunda dan suami.

Syarat dan prosedur pernikahan beda negara seperti Maudy Ayunda dan suami.

JAKARTA, REQnews - Kabar pernikahan artis cantik Maudy Ayunda dengan sang suami Jesse Choi tengah jadi sorotan publik Tanah Air.

Banyak yang tak menyangka, jika akhirnya Maudy memutuskan menikah dengan seorang pria Korea Selatan berkewarganegaraan Amerika Serikat. Mau juga menikah dengan Oppa Korea seperti Maudy Ayunda? Pahami dulu nih prosedur dan persyaratannya!

Di Indonesia, terdapat hukum yang jelas dalam mengatur pelaksanaan pernikahan, termasuk soal dokumen yang diperlukan hingga sederet syarat dan prosedur yang wajib dipenuhi para calon mempelai.

Apabila pernikahan terjadi antara dua warga negara Indonesia (WNI), persyaratan dokumen dan prosedurnya relatif sederhana dan tidak terlalu rumit. Namun, hal berbeda akan berlaku pada pernikahan beda negara.

Pernikahan antara WNI dan warga negara asing (WNA) atau pernikahan campuran mensyaratkan dokumen dan prosedur yang lebih rumit nih gaes! Berikut ulasannya.

1. Dokumen yang harus disiapkan WNA sebelum menikahi WNI

Persiapan pernikahan beda negara membutuhkan berbagai dokumen persyaratan. Sayangnya, pengurusan dokumen pernikahan tersebut biasanya membutuhkan waktu cukup panjang, tergantung pada kinerja kantor kedutaan dan juga urusan imigrasi lainnya.

Oleh karena itu, sebaiknya siapkan dokumen-dokumen tersebut dari jauh-jauh hari sebelum mengurus kebutuhan pernikahan lainnya.

Dilansir dari indonesia.go.id, Selasa, 24 Mei 2022, dokumen yang wajib dimiliki oleh WNA sebelum menikah dengan WNI adalah sebagai berikut:

Certificate of No Impediment (CNI) alias surat single, yaitu surat keterangan yang menyatakan bisa menikah dan akan menikah dengan WNI. Surat ini dikeluarkan oleh instansi yang berwenang di negaranya, seperti kedutaan
Fotokopi kartu identitas (KTP) dari negara asal calon suami atau istri
Fotokopi paspor
Fotokopi akta kelahiran
Surat keterangan tidak sedang dalam status kawin
Akta Cerai jika sudah pernah kawin
Akta Kematian pasangan kawin bila meninggal
Surat keterangan domisili saat ini
Pasfoto 2×3 (4 lembar) dan 4×6 (4 lembar)
Untuk pernikahan di KUA harus menyertakan surat keterangan mualaf jika sebelumnya beragama non-muslim

Syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan CNI dari kedutaan asing:

Akta kelahiran terbaru (asli)
Fotokopi kartu identitas (KTP) dari negara asal
Fotokopi paspor
Bukti tempat tinggal atau surat domisili (bisa berupa fotokopi tagihan telepon atau listrik)
Formulir pernikahan dari kedutaan yang bersangkutan

Seluruh surat tersebut harus diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh penerjemah yang disumpah, kemudian dilegalisir oleh kedutaan negara WNA tersebut yang ada di Indonesia.

2. Dokumen yang harus disiapkan WNI untuk pernikahan beda negara

Adapun dokumen yang harus dipenuhi oleh WNI sebelum melaksanakan pernikahan beda negara adalah sebagai berikut:

Surat pengantar RT/RW yang menyatakan bahwa tidak ada halangan untuk melangsungkan pernikahan
Formulir N1, N2, dan N4 dari kelurahan dan kecamatan
Formulir N3 khusus yang menikah di KUA (surat persetujuan mempelai yang ditandatangani kedua mempelai)
Fotokopi KTP
Fotokopi Akta Kelahiran
Data orang tua calon mempelai
Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
Buku nikah orang tua (hanya jika Anda anak pertama)
Data dua orang saksi pernikahan dan fotokopi KTP yang bersangkutan
Pasfoto 2×3 (4 lembar) dan 4×6 (4 lembar)
Bukti pembayaran PBB (Pajak Bumi Bangunan) terakhir
Prenup (perjanjian pra nikah)

Dokumen WNI yang diminta oleh kedutaan asing:

Akta kelahiran asli dan fotokopi
Fotokopi KTP
Fotokopi surat N1, N2, dan N4 dari kelurahan
Fotokopi prenup (jika ada)

Sebelum menyerahkan seluruh dokumen persyaratan tersebut ke kedutaan, dianjurkan untuk memfotokopi terlebih dahulu sebagai data cadangan. Sebab, nantinya pihak kedutaan tidak akan mengembalikan dokumen tersebut.

3. Pernikahan beda negara dianggap sah di Indonesia bila memenuhi aturan-aturan ini

Dilansir dari kemlu.go.id, pernikahan beda negara akan dianggap sah dalam hukum Indonesia bila memenuhi ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang berikut ini:

Pasal 57 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 menyatakan:
"Yang dimaksud dengan perkawinan campuran dalam Undang-Undang ini ialah perkawinan antara dua orang yang di Indonesia tunduk pada hukum yang berlainan, karena perbedaan kewarganegaraan dan salah satu pihak berkewarganegaraan Indonesia".

Pasal 60 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tersebut menyatakan:
(1) Perkawinan campuran tidak dapat dilangsungkan sebelum terbukti bahwa syarat-syarat perkawinan yang ditentukan oleh hukum yang berlaku bagi pihak masing-masing telah dipenuhi.

(2) Untuk membuktikan bahwa syarat-syarat tersebut dalam ayat (1) telah dipenuhi dan karena itu tidak ada rintangan untuk melangsungkan perkawinan campuran, maka oleh mereka yang menurut hukum yang berlaku bagi pihak masing-masing berwenang mencatat perkawinan, diberikan surat keterangan bahwa syarat-syarat telah dipenuhi.

Pasal 56 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyatakan:
(1) Perkawinan yang dilangsungkan di luar Indonesia antara dua orang warga negara Indonesia atau seorang warga negara Indonesia dengan warga negara asing adalah sah bilamana dilakukan menurut hukum yang berlaku di negara dimana perkawinan itu dilangsungkan, dan bagi warga negara Indonesia tidak melanggar ketentuan-ketentuan undang-undang ini.

(2) Dalam waktu 1 (satu) tahun setelah suami istri itu kembali di wilayah Indonesia, surat bukti perkawinan mereka harus didaftarkan di Kantor Pencatatan Perkawinan tempat tinggal mereka.