IFBC Banner

Marak Pelecehan Terhadap Anak, Ini 4 Tips Penting dari KPAI untuk Cegah agar Tak Ada Korban Lagi

Rabu, 29 Juni 2022 – 04:01 WIB

Ilustrasi pelecehan terhadap anak

Ilustrasi pelecehan terhadap anak

JAKARTA, REQnews - Para orangtua semakin diresahkan dengan maraknya kasus pelecehan seksual yang menyasar korban anak-anak. Salah satu yang terbaru, di antaranya kejadian viral yang terjadi di salah satu mal di Bintaro, Tangerang. Di mana ada seorang pria melecehkan anak di bawah umur.

IFBC Banner


Menanggapi hal ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pun memberikan sejumlah tips penting untuk mencegah terjadinya kasus pelecehan terhadap anak.

Komisioner KPAI, Retno Listyarti mengatakan, ada 4 hal yang perlu diajarkan orangtua dan guru di sekolah pada anak untuk menghindari pelecehan.

"Cegah anak dari pelecehan dan kekerasan seksual, ada 4 hal penting yang perlu diperhatikan para guru dan orang tua untuk diajarkan pada anak sejak dini agar terhindar dari pelecehan dan kekerasan," kata Retno, dikutip dari siaran pers tertulis, Rabu, 29 Juni 2022.

Tips pertama, yakni memberi pemahaman berkaitan dengan anggota tubuh yang vital ke anak. Wajib diajarkan terkait daerah tubuh mana saja yang tidak boleh disentuh oleh orang lain.

"Area tubuh tidak boleh disentuh oleh orang lain bahkan orangtua sekalipun tanpa izin antara lain terutama dada, alat kelamin, pantat dan bibir. Dengan menjelaskan tentang hal tersebut kepada anak maka diharapkan anak bisa melindungi dirinya dari risiko terjadinya pelecehan dan kekerasan seksual," jelas Retno.

Pemahaman tentang hal tersebut sebaiknya mulai diajarkan sejak anak berusia 3 tahun. Karena di usia tersebut, anak sudah mulai mengerti perbedaan antara laki-laki dan perempuan.

Tips kedua, jelaskan kepada anak secara rinci tentang bagian kelamin.

"Meski tidak mudah, Anda sebaiknya mengajarkan anak tentang tubuhnya sesuai dengan nama yang sebenarnya seperti kata payudara, Mr P dan Miss V. Mengubah penyebutan atau memperhalusnya bisa menyebabkan terjadinya salah tafsir. Oleh karena itu tidak perlu mengubahnya," terang Retno.

Tips ketiga, ajarkan kata "tidak" kepada anak sebagai bentuk penolakan tegas. Terakhir, tetap jaga komunikasi dengan baik terhadap anak sehingga mereka nyaman dan terbiasa menceritakan apapun kepada orangtua.

"Dengan komunikasi yang baik, anak-anak tidak ragu untuk berterus terang kepada orang tua tentang apa yang telah mereka alami. Ingatkan juga kepada anak bahwa Anda selalu ada disampingnya sehingga anak tidak perlu takut untuk menceritakan berbagai hal kepada orangtuanya," tandasnya.