IFBC Banner

Belajar dari Kasus Putri Mona Ratuliu, Ini 6 Tips Cegah Upaya Percobaan Bunuh Diri pada Remaja

Selasa, 02 Agustus 2022 – 05:01 WIB

Putri Mona Ratuliu disorot karena sempat melakukan upaya bunuh diri. (Foto: Instagram/@mimashafa)

Putri Mona Ratuliu disorot karena sempat melakukan upaya bunuh diri. (Foto: Instagram/@mimashafa)

JAKARTA, REQnews - Putri pasangan artis Mona Ratuliu dan Indra Brasco, Davina Shava Felisa atau yang akrab disapa Mima Shafa mendadak jadi sorotan publik usai dirinya mengaku sempat melakukan upaya bunuh diri.

IFBC Banner


Dalam unggahan Instagram-nya baru-baru ini, Mima Shafa membagikan sejumlah potingan video dan foto saat dirinya dirawat di rumah sakit dengan kondisi tangan diperban hingga momen dirinya berkumpul bersama keluarga dan sahabat.

Dalam keterangan unggahannya, Mima Shafa mengaku sempat mengalami depresi selama beberapa tahun hingga akhirnya mencoba melakukan percobaan bunuh diri.

Namun beruntung, dirinya bisa bertahan. Kini, kondisinya pun telah mulai membaik dan berhasil bangkit dari keterpurukannya. Mima Shafa pun mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah membantunya keluar dari situasi terburuk, termasuk pada kedua orangtuanya, Mona dan Indra.

Belajar dari kasus Mima Shafa, para orangtua tak boleh abai pada anak-anak remaja mereka yang stres hingga depresi karena dirundung masalah. Tak hanya orangtua, lingkungan sekitar seperti guru hingga sahabat pun harus lebih peduli dan proaktif membantu para remaja yang mengalami depresi agar tak berujung tindakan bunuh diri.

Dilansir dari klikdokter, Selasa, 2 Agustus 2022, berikut 6 tips mencegah upaya percobaan bunuh diri pada remaja:

1. Jangan biarkan anak mengalami depresi atau kecemasan

Jika anak tidak seceria biasanya dan Anda curiga ada yang tak beres, jangan tunggu sampai ia bercerita. Tanyakan langsung apa yang membuat mereka berubah atau yang mereka hadapi.

Menurut dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter, salah satu tugas terpenting orang tua adalah mengetahui masalah apa saja yang dihadapi anak.

"Bukan bermaksud kepo atau mau ikut campur urusan anak, tapi jika masalah dihadapi anak sampai membuatnya stres atau depresi, maka orang tua perlu tahu dan membantu mengatasinya. Beri anak perhatian agar mereka mau terbuka dengan Anda," ujar dr. Devia.

2. Dengarkan anak meski ia tidak bercerita

Sebuah penelitian menunjukan bahwa komunikasi yang buruk antara orang tua dan anak adalah satu dari banyak penyebab anak memutuskan untuk bunuh diri.

Ketika anak tidak mendapatkan perhatian atau tak bisa berkomunikasi dengan baik dengan orang tuanya, ia akan merasa sendirian. Untuk itu, orang tua perlu mendengarkan apa pun yang keluar dari mulut anak. Pastikan mereka tahu bahwa orang tuanya akan selalu ada dalam kondisi apa pun.

3. Jangan abaikan ancaman bunuh diri yang dilontarkan anak

Remaja yang mencoba bunuh diri sering kali memberikan "sinyal" yang sayangnya tidak disadari orang tua atau orang-orang di sekitarnya.

Jika Anda melihat coretan atau mendengar anak mengatakan hal-hal seperti seperti "aku ingin mati", "aku bosan hidup", "aku sudah tak peduli lagi pada hidup", dan lain-lain, jangan mengabaikannya.

Tanpa marah-marah atau menghakimi, tanyakan anak apa maksud dari pernyataan atau perkataannya tersebut. Tanyakan juga masalah apa yang sedang ia hadapi. Katakan pada anak bahwa Anda tak akan pernah meninggalkannya dalam kondisi apa pun. Perkataan dan tindakan yang menenangkan bisa membuatnya lebih aman dan terbuka.

4. Ajak anak untuk olahraga rutin

Aktivitas fisik yang sederhana seperti berjalan santai atau meditasi mampu meredam stres psikis atau depresi yang dialami oleh anak.

"Olahraga akan melepaskan hormon endorfin, yang dipercaya mampu memperbaiki mood anak. Endorfin juga menurunkan jumlah kortisol (hormon depresi) dalam tubuhnya," jelas dr. Devia.

Selain itu, olahraga bisa mengalihkan perhatian dari masalah yang sedang dialami dan menjadikan pelakunya merasa lebih baik. Para ahli merekomendasikan aktivitas fisik selama 150 menit dalam seminggu.

5. Bercerita pada anak

Tidak hanya anak, tapi orang tua juga perlu bercerita dengan buah hatinya. Biarkan anak Anda tahu bahwa dirinya tidak sendirian ketika sedang sedih, marah, maupun sedang merasa cemas. Katakan bahwa semua orang pasti pernah mengalami momen sulit, termasuk diri Anda. Ceritakan juga bagaimana cara Anda mengatasinya.

"Saat anak mendengar cerita Anda, perlahan ia akan ikut terbuka dan menceritakan masalah yang dihadapinya. Ini adalah cara terbaik agar anak mau membuka dirinya dengan Anda," demikian kata dr. Devia.

6. Minta bantuan profesional

Jika perilaku anak remaja sudah mengkhawatirkan, jangan tunggu untuk menghubungi psikolog atau psikiater. Kemungkinan untuk mengatasinya dibutuhkan konseling atau terapi.