Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Awas! Perhatikan ini Saat Beli Apartemen atau Rumah Susun

Selasa, 19 Februari 2019 – 07:00 WIB

Foto : ilustrasi

Foto : ilustrasi

Dalam prakteknya, begitu banyak developer properti yang menjual aset berupa apartemen maupun rumah susun yang belum dibangun namun sudah dipasarkan. Salah satunya ialah Meikarta, hal ini mencemaskan pembeli karena saat uang yang perlu untuk dibayar sudah lunas, mereka butuh kepastian kapan properti tersebut akan rampung.

Berikut ini hal yang perlu diperhatikan oleh pembeli apartemen maupun rumah susun agar tidak tertipu dan jeli pada hukum.

Berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia, dapat diteliti dalam Undang-Undang No.20 tahun 2011 tentang Rumah Susun (Rusun). Peraturan tersebut membolehkan untuk dilakukan pemasaran sebelum pembangunan rumah susun dilaksanakan, namun terdapat hal yang harus dipenuhi terlebih dahulu yaitu setidaknya kepastian peruntukkan ruang, kepastian hak atas tanah, status penguasaan rumah susun, perizinan pembangunan rumah susun, perizinan pembangunan rumah susun dan jaminan atas pembangunan rumah susun dari lembaga penjamin dan hal ini diatur sebagaimana dalam Pasal 42 ayat (2).

Pembeli juga harus memperhatikan bahwa segala sesuatu yang telah diperjanjikan oleh pelaku usaha dalam kegiatan pemasaran ialah mengikat bagi para pihak sebagai PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli).

Mengenai hal PPJB, tidak terlepas dari Pasal 43 UU Rumah Susun, yaitu harus memenuhi persyaratan status kepemilikan tanah, kepemilikan IMB, ketersediaan prasarana, sarana, dan utilitas umum, keterbangunan paling sedikit 20% (dua puluh persen) dan hal yang diperjanjikan.

Setelahnya, apabila pembangunan rumah susun atau apartemen sudah selesai dibangun, dibuktikan dengan adanya sertifikat layak fungsi dan SHMSRS (Sertifikat Hak Miik Atas Rumah Susun). Maka, proses jual beli tersebut dilakukan melalui Akta Jual Beli (AJB) yang dilakukan dihadapan PPAT.(REQ/Hans)