Tips Anti Galau! Cara Gampang Dapatkan IMB 

Minggu, 11 Agustus 2019 – 15:30 WIB

Ilustrasi IMB (Foto: Istimewa)

Ilustrasi IMB (Foto: Istimewa)

JAKARTA,REQnews – Jika kamu ingin mendirikan bangunan, maka kamu harus membuat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Siapa sebenarnya yang berhak menerbitkan IMB? Bagaimana mendapatkannya? Mari kita cek bersama-sama.

Apa sih IMB itu?
IMB adalah surat izin yang harus dimiliki oleh mereka yang hendak mendirikan bangunan baru, mengubah, memperluas, mengurangi dan termasuk merawat gedung  sesuai dengan persyaratan teknis dan administratif yang berlaku. Untuk mendapatkan izin tersebut, maka pemilik bangunan harus mengajukan permohonan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.  

Tempat mana yang harus didatangi pertama kali?
Peraturan mengenai IMB diatur dalam Pasal 5 Ayat 1 Perda 7 Tahun 2009. Cara mengurus IMB adalah dengan datang langsung ke Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) yang ada di kantor walikota, sesuai daerah tempat tinggal. Ada pun persyaratan yang harus dipenuhi yaitu Identitas Pemohon/Penanggung Jawab. Untuk Warga Negara Indonesia (WNI) perlu siapkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan NPWP.

Sedangkan untuk Warga Negara Asing (WNA) harus menyiapkan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) atau visa/paspor.

Bukti kepemilikan tanah harus jelas
Selain itu, jangan lupa siapkan juga bukti kepemilikan tanah seperti Sertifikat tanah beserta Fotokopi Sertifikat Hak Milik/Sertifikat Hak Guna Bangunan/Sertifikat Hak Pakai/Sertifikat Hak Pengelolaan.

Bila kepemilikan tanah berupa surat girik harus dilengkapi dengan peta ukur untuk menunjukkan letak dan ukuran kavling, dan hanya dapat dipergunakan pada permohonan bangunan gedung rumah tinggal. Selain itu, harus juga melampirkan surat pernyataan bahwa tanah yang dikuasai dan dimiliki tidak dalam sengketa dari pemohon diketahui oleh lurah setempat.

Selain itu, perlu ada surat kavling dari Pemerintah Daerah melalui Walikota atau instansi lain yang ditunjuk Gubernur dan diketahui oleh instansi yang berwenang. Dan harus melampirkan surat pernyataan bahwa tanah yang dikuasai dan dimiliki tidak dalam sengketa dari pemohon diketahui oleh lurah setempat. 

Kemudian, harus ada Surat Keputusan Pemberian Hak Penggunaan Atas Tanah oleh pejabat yang rberwenang dari instansi pemerintah yang menguasai tanah tersebut. Dan perlu ada Rekomendasi dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi DKI Jakarta atau Kantor Pertanahan setempat.

Bagaimana jika identitas beda?
Jika terdapat perbedaan identitas atau alamat antara permohonan dengan bukti kepemilikan tanah, maka di lengkapi dengan surat keterangan lurah. Jika nama yang tertera pada bukti kepemilikan tanah sudah meninggal dunia, maka diperlukan surat Pernyataan Ahli Waris yang diketahui lurah dan camat.

Jangan lupa sertakan juga bukti fotokopi pembayaran Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB) tahun terakhir sebelum jatuh tempo.
 
Apa perlu Gambar Arsitektur Untuk Bangunan Rumah Tinggal?
Tentu saja, yang ingin mendirikan bangunan baru atau melakukan renovasi, maka wajib menyertakan sketsa tentang bangunan yang akan didirikan. Gambarnya harus dicetak sebanyak 3 set dengan ukuran kertas minimal A3 dan dilampirkan dengan CD yang berisi softcopy gambar arsitekturnya.

Gambar itu harus terdiri atas gambar situasi, denah, tampak dua arah, potongan dua arah, detail sumur resapan air hujan (SRAH), pagar, instalasi pengolahan air limbah.

Bahkan harus diberi kop gambar dilengkapi tanda tangan pemohon, tertulis nama pemohon, lokasi dan jenis bangunan. Gambarnya juga perlu dibuat dengan skala 1:100 atau 1:200 disertai tanda tangan Izin Pelaku Teknis Bangunan (IPTB).

Untuk pengurusan IMB dapat diajukan dengan catatan rumah tinggal memiliki luas tanah kurang dari 1.000 meter persegi (m20, kondisi tanah tidak harus kosong dan jumlah lantai maksimal tiga lantai.