Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Tak Ingin Berurusan dengan Hukum? 5 Hal Ini Harus Diperhatikan Para Selebgram

Kamis, 15 Agustus 2019 – 19:00 WIB

ilustrasi jadi selebgram (doc: istimewa)

ilustrasi jadi selebgram (doc: istimewa)

JAKARTA,REQnews –  Banyak anak muda yang terobsesi untuk menjadi seorang selebgram. Salah satu profesi favorit kaum milenial, yang menjanjikan penghasilan mencapai belasan sampai puluhan juta dalam satu hari.

Sayangnya, di balik pendapatan yang wah itu, ternyata ada bahaya hukum mengintai lho. Bahkan jika selebgram tersebut lalai, seperti memposting konten negatif misalnya, siap-siap saja untuk berurusan dengan pihak berwajib.

Well, jika kamu salah satu anak muda yang ingin menjadi selebgram, wajib banget baca artikel ini nih. Karena kita bakal bahas tips mujarab supaya kalian bisa berkarir sebagai selebgram profesional, yang pastinya 'melek' hukum.

1.Buatlah kontrak tertulis

Anjuran soal kontrak tertulis sudah ditetapkan dalam Pasal 1338 KUHP. Di sana menjelaskan bahwa perjanjian atau kontrak menjadi undang- undang bagi para pihak yang bersepakat.

Kekuatan mengikatnya sama seperti undang-undang, maka untuk para selebgram melakukan suatu pekerjaan, sebaiknya buatlah perjanjian dengan pemberi pekerjaan. Pastikan klausul-klausul yang ada dalam perjanjian tersebut sudah mengakomodir kewajiban dan hak sebagai selebgram. Ingat, jangan sampai dibutakan dengan nominal gede ya?

2.Promosikan barang dan/atau jasa yang legal dan asli

Beberapa artis dan selebgram Indonesia pernah dipanggil oleh kepolisian untuk dimintakan keterangan mengenai barang yang diendorsenya. Artis dan selebgram tersebut diketahui membantu mempromosikan kosmetik ilegal. Begitu pentingnya melihat asal usul barang yang ingin diendorse, karena kalau barang tersebut palsu atau ilegal, selebgram juga dapat dijerat hukum.

Turut meng-endorse barang yang illegal atau palsu diketahui melanggar Pasal 100 Undang-Undang No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. “Setiap orang yang tanpa hak menggunakan merek yang sama dengan merek terdaftar pihak lain untuk barang yang diperdagangkan dipidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak dua miliar rupiah.”

Selain itu pada Pasal 17 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen disebutkan bahwa pelaku usaha periklanan dilarang memproduksi iklan yang mengelabui konsumen mengenai kualitas, kuantitas, bahan, kegunaan dan harga barang dan jasa.

Pidana yang diberikan kepada pelanggar Pasal 17 UU Perlindungan Konsumen dapat diancam pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak dua miliar rupiah. Maka sudah sepatutnya para selebgram memperhatikan legalitas barang yang di promosikannya.

3.Say No To Hoax

Berita hoax dan ujaran kebencian seakan menjadi hal yang wajar terjadi di sosial media. Sebagai yang memiliki banyak pengikut, selebgram harus hati-hati dalam memposting atau mengungkapkan sesuatu. Jangan sampai selebgram memposting sesuatu yang mengandung unsur hoax atau ujaran kebencian.

Hoax dan ujaran kebencian dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Dalam Pasal 28 ayat (1) dan (2) UU ITE menyatakan setiap orang yang sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, dan menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian antar individu atau kelompok akan dipidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak satu miliar rupiah berdasarkan Pasal 45 ayat (2).

4.Taat membayar pajak

Sebagai penduduk Indonesia yang wajib pajak, sudah merupakan suatu kewajiban untuk membayar pajak. Pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) atas selebgram tidak dibedakan secara spesifik dengan pemungutan PPh pada umumnya. Pemungutan didasarkan pada Pasal 4 ayat (2) PPh atau yang disebut juga PPh final, yaitu pajak yang dikenakan pada wajib pajak pribadi maupun badan atas beberapa jenis penghasilan yang didapatkan. Pemotongannya bersifat final.

Untuk diketahui, total pajak yang ditarik dari 51 selebgram dan youtuber Indonesia pada tahun 2017 mencapai 2,7 miliar rupiah.

5.Tidak mengambil foto atau karya orang lain tanpa izin.

Pasal 44 huruf (d) Undang-Undang Hak Cipta mengatur tentang pemanfaatan atau penggunaan hak cipta yang tidak dianggap sebagai pelanggaran hak cipta. Yang pertama, selama tidak digunakan secara komersial atau menguntungkan pihak terkait. Yang kedua, jika pencipta menyatakan tidak keberatan atas pembuatan dan penyebarluasan tersebut.

Maka dari itu, sangatlah penting untuk mengetahui aspek-aspek hukum jika ingin menggunakan sosial media sebagai selebgram. Semoga selebgram Indonesia dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. (Binsasi)