Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Bingung Bikin Surat Wasiat untuk Anak? Baca Tips Berikut Ini

Rabu, 14 Agustus 2019 – 19:30 WIB

ilustrasi surat wasiat (doc: istimewa)

ilustrasi surat wasiat (doc: istimewa)

JAKARTA,REQnews - Kalau sudah membahas tentang harta warisan, pasti ada individu yang ingin mendapat bagian paling banyak. Tidak peduli saudara atau masih keluarga, warisan selalu menggelapkan mata hati para ahli warisnya.

Contoh, apabila ada seorang adik yang merasa tidak diperlakukan tidak adil dalam pembagian warisan, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi konflik, fitnah bahkan pertengkaran.

So, untuk menghindari potensi konflik itu, ada baiknya para orang tua harus memperhatikan beberapa bentuk surat wasiat yang banyak digunakan untuk menghindari konflik antar saudara, antara lain:

1. Surat wasiat Olo grafis

Surat wasiat jenis ini merupakan surat wasiat yang dibuat oleh pemberi wasiat. Penulisan serta penandatanganan surat ini secara langsung dilakukan oleh pembuat wasiat. Kemudian surat wasiat tersebut disimpan pada seorang Notaris.

Notaris akan membuat akta yang dibubuhkan tanda tangan notaris, pemberi wasiat serta saksi wasiat tersebut. Surat wasiat olografis ini bisa disimpan dalam dua cara yakni secara terbuka dan secara tertutup.

2.Surat Wasiat Rahasia

Sesuai dengan namanya, surat wasiat rahasia merupakan surat wasiat yang dibuat secara tertutup oleh orang yang memberikan wasiat. Selanjutnya orang yang memberikan wasiat tersebut memberikan surat tersebut kepada notaris secara tertutup dan disaksikan oleh empat orang saksi.

Sama seperti surat wasiat olografis, surat wasiat rahasia juga ditulis dan ditandatangani secara langsung oleh pembuat wasiat.

Dalam memberikan wasiat, seseorang harus memenuhi beberapa ketentuan berikut ini: orang yang akan memberikan wasiat sedikitnya telah berusia 21 tahun atau sudah melakukan pernikahan walaupun belum mencapai usia 21 tahun, harta wasiat yang akan diberikan harus tertulis jumlahnya secara jelas dan rinci.

Apabila harta yang diwasiatkan tersebut berupa sebidang luas tanah maka supaya dilengkapi dengan (Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama pemilik wasiat. Selanjutnya peran pihak-pihak yang mempunyai kepentingan dalam mebuat wasiat seperti para saksi dan notaris supaya menjalankan fungsinya masing-masing.

Lalu yang perlu disimak juga, bila ingin buat surat wasiat baru, maka surat wasiat sebelumnya perlu dicabut. Kemudian diterbitkan surat wasiat yang terbaru.

Dan Hal yang terpenting dalam memberikan wasiat ialah pemberi wasiat dalam keadaan sadar dan mempunyai akal sehat serta tanpa paksaan dari pihak manapun. (Binsasi)