Tips Bagi Lawyer Baru Saat Bersidang

Senin, 17 Desember 2018 – 10:53 WIB

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

JAKARTA, REQNews -Gugup pastilah, namunaya juga lawyer baru. Ketika perusahaan tempat Anda bekerja atau Anda praktek sendiri dan harus menghadapai sidang, ada beberapa yang harus Anda lakukan agar penampilan Anda berkesan.

Bagaimana Anda menghindari terlihat seperti seorang pemula? Maka, mintalah mitra atau rekan senior di perusahaan Anda untuk wawasan apa pun. Lalu Anda harus mengetahui daftar tugas pengacara.

Luangkan waktu sehari sebelumnya untuk meninjau file dan mempelajari kasus dengan detail. berikut ini tips bagi lawyer muda yang baru akan bersidang dari FindLaw.

1. Periksa daftar hadir.

Ketika Anda tiba di pengadilan, biasanya akan ada daftar sidang di luar ruang sidang atau di dalam ruang sidang. Temukan kasus Anda dan catat nomor urut. Hakim biasanya memanggil kasus dengan nomor urut, sehingga Anda mengetahui berapa lama Anda akan menunggu.

2. Lapor dengan petugas.

Selanjutnya, beri tahu petugas bahwa Anda hadir. Tanyakan apakah mereka membutuhkan yang lain dari Anda. Mereka dapat mengarahkan Anda ke mana harus duduk (atau Anda bisa tahu di mana semua pengacara lain duduk). Bersikaplah sopan interaksi dengan pengadilan dan stafnya. Jika petugas sibuk, tunggu dengan sabar.

3. Periksa lawan.

Jika Anda melihat lawyer lawan Anda telah tiba. Jika Anda belum bertemu secara langsung, Anda dapat bertanya kepada petugas tersebut apakah mereka sudah tiba, atau tunggu sampai Anda mendengar mereka tiba. Perkenalkan diri Anda. Sopan santun untuk membangun hubungan dan kolegialitas. Anda juga dapat melihat apakah ada sesuatu yang perlu Anda diskusikan sebelum sidang.

4. Bicaralah dengan sopan dan perlahan.

Anda mungkin gugup, tetapi lakukan yang terbaik untuk memperlambat pembicaraan Anda, kekecepatan yang terukur. Suara yang tenang dan sopan akan memancarkan lebih banyak kepercayaan.

5. Jawab pertanyaan yang ditanyakan.

Seringkali hakim akan memulai dengan mengajukan pertanyaan kepada salah satu pengacara. Jawab pertanyaan itu. Jangan meluncurkan kecaman tentang detail kasus Anda. Dalam konteks manajemen kasus, hakim tidak ingin mendengar informasi yang asing.

6. Minta maaf bila ada kesalahan.

Jika, kantor Anda telah melewatkan tenggat waktu atau beberapa pelanggaran lainnya, jangan membuat alasan. Pengadilan tidak mau mendengarnya. Mintalah maaf, dan beri tahu bahwa itu tidak akan terjadi lagi.

7. Jangan pernah menggunakan kalimat "dengan segala hormat".

Mengatakan "dengan segala hormat" pada dasarnya mengatakan kepada hakim, "Anda salah, tapi saya katakan saya akan memberi Anda rasa hormat yang harus saya berikan.

8. Tahu kapan harus tutup mulut.

Saran terbaik yang pernah diterima. Jika hakim tidak pernah mengajukan pertanyaan kepada Anda selama sidang, jangan mulai berbicara. Ketahui kapan Anda harus berbicara dan tutup mulut. (nls)