4 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Pinjaman Online

Kamis, 31 Oktober 2019 – 21:30 WIB

Ilustrasi pinjaman online (Foto: Istimewa)

Ilustrasi pinjaman online (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Pinjaman online semakin banyak ditawarkan kepada masyarakat umum melalui aplikasi digital seperti android, ios dan website. Saking mudahnya dalam melakukan transaksi utang piutang, kegiatan ekonomi penuh resiko ini  telahmenjadi pilihan kebanyakan orang.

Apalagi si peminjam tidak perlu bertemu tatap muka dengan si pemberi pinjaman. Namun, tidak sedikit pinjaman online yang berujung merugikan bagi peminjam.

Seperti pengenaan suku bunga yang tidak wajar, ancaman kekerasan, mengambilan data peminjam secara sewenang-wenang dan tindakan lain yang merugikan peminjam.  Sebabnya, perhatikan empat hal ini sebelum kalian melakukan pinjaman online untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan:

Pertama, pastikan penyelenggara fintech Peer to Peer (P2P) Lending tergabung sebagai anggota AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan bersama Indonesia). Hal ini bersifat wajib karena telah tercantum dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 77/POJK.01/2016 dengan tujuan agar dapat diawasi oleh pihak berwenang untuk menghindari penyelewengan tindakan.

Kedua, bunga pinjaman tidak boleh lebih dari 0.8% per hari. Hal ini sesuai dengan Kode Etik AFPI yang telah menjadi mitra strategis OJK.

Ketiga, pastikan pinjaman online sudah terdaftar di OJK. Penyelenggara pinjaman online yang sudah terdaftar biasanya menantumkan logo OJK di website atau dalam aplikasi mereka, namun kalian juga dapat memeriksa di laman lembaga tersebut.

Keempat, jangan tergiur dengan tawaran pinjaman yang mudah tanpa memastikan hal kesatu sampai ketiga diatas. Karena biasanya tawaran tersebut diikuti dengan suku bunga yang besar dan tindakan sepihak lainnya yang dapat merugikan konsumen.

Well, untuk kalian yang sudah terlanjur melaksanakan pinjaman online illegal dan merasa dirugikan, jangan bingung, kalian dapat melakukan aduan ke OJK melalui di sini

(Hans)