Nih Tips agar Situs CPNS BKN Aman dari Serangan Siber

Kamis, 14 November 2019 – 18:00 WIB

Ilustrasi tes CPNS (bkn.go.id)

Ilustrasi tes CPNS (bkn.go.id)

JAKARTA, REQnews – Tes masuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 secara online sudah mulai dibuka. Tentu akan ada banyak orang yang berbondong-bondong untuk mendaftar. Namun, Badan Kepegawaian Negara (BKN) selaku pihak penyelenggara diharapkan untuk mewaspadai berbagai bentuk serangan siber yang bisa melumpuhkan situs web.

Hal ini disampaikan oleh pengamat Keamanan Siber Pratama Persadha. Ia mengatakan BKN harus waspada terhadap ancaman Serangan (distributed denial of service) atau DDoS yang bisa melumpuhkan situs web.

"Serangan nisa karena DDoS attack, yakni usaha seseorang dengan sengaja membuat ribuan proses yang menyerang sistem secara bersamaan," katanya, Selasa 12 November 2019.

 DDoS sendiri merupakan teknik serangan dengan membanjiri server menggunakan paket data berkapasitas besar, serangan ini dilakukan secara terus menerus hingga sistem tidak dapat menampung data dan akhirnya rusak.

Sementara itu, pengamat keamanan siber dari Vaksin.com Alfons Tanujaya ikut menyarankan agar BKN turut mengamankan penyimpanan data-data hasil tes CPNS.

Ia mengatakan ada potensi peretas bisa mengakses dan mengubah data hasil tes CPNS 2019 apabila BKN tidak menyimpan data hasil tes dengan baik.

"Lalu ketika pengumuman sebaiknya data hasil CPNS ini yang disimpan dengan baik dan jangan sampai bisa diakses atau dirubah oleh peretas," katanya.

Alfons mengatakan penyimpanan data hasil tes harus disimpan di tempat yang tidak terhubung dengan internet. Pemrosesan dan pengolahan data dilakukan di penyimpanan yang tidak tersimpan di internet.

"Harusnya di website kan cuma tampilan dan sistem utama pemrosesan PNS di pisahkan dari internet dengan baik agar tidak mudah di retas atau di rubah," ujarnya.

Sejauh ini memang belum ada laporan terkait server BKN untuk daftar CPNS 2019 di sscn.bkn.go id mengalami serangan ataupun lambat. Pihak BKN juga sebelumnya mengklaim sudah mempersiapkan diri terkait pengamanan siber dan meningkatkan kapasitas penyimpanan dan bandwidth. (Binsasi)