Pengen Jadi Pengacara Sukses? Berikut 7 Keterampilan Dasar yang Wajib Kamu Miliki

Senin, 18 November 2019 – 07:30 WIB

Ilustrasi Pengacara (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Pengacara (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Setiap orang pasti bercita-cita untuk sukses di bidang dan kemampuannya masing-masing. Perjalanan menuju sukses itu tidaklah mudah. Kamu perlu banyak belajar, mencari pengalaman, dan terus selalu berusaha meskipun apa yang Kamu lakukan itu gagal.

Nah, khusus buat Kamu yang bercita-cuta sebagai seorang pengacara, tentunya tak hanya sekedar soal ilmu dan pengetahuan tentang hukum saja. Ada beberapa keterampilan lain yang harus Kamu kuasai. 

Apa saja? Berikut 7 keterampilan dasar yang harus kamu kuasai jika bercita-cita menjadi pengacara yang sukses yang dilansir dari All About Law:

1. Keterampilan komunikasi yang baik

Pengacara harus mengartikulasikan secara lisan, memiliki keterampilan komunikasi tertulis yang baik dan juga menjadi pendengar yang baik. Hal ini sangat penting saat Kamu berbicara di depan umum. Terutama, saat berdebat di ruang sidang di hadapan jaksa dan hakim. 

Selain itu, pengacara juga harus dapat menulis dengan jelas, persuasif dan ringkas, karena mereka harus menghasilkan berbagai dokumen hukum.

Lalu, untuk dapat menganalisis apa yang dikatakan klien atau mengikuti kesaksian yang kompleks, pengacara harus memiliki keterampilan mendengarkan yang baik.

2. Penghakiman

Maksudnya adalah kemampuan untuk menarik kesimpulan yang masuk akal dan logis atau asumsi dari informasi terbatas sangat penting sebagai pengacara. Kamu juga harus dapat mempertimbangkan penilaian ini secara kritis, sehingga dapat mengantisipasi setiap kelemahan dalam perdebatan di ruang sidang.

Tentunya, Kamu juga harus dapat menemukan titik kelemahan dalam argumen oposisi. Ketegasan juga merupakan bagian dari penilaian.

3. Keterampilan analitis

Baik studi dan praktik hukum melibatkan informasi dalam jumlah besar, kemudian Kamu harus menyaringnya menjadi sesuatu yang dapat dikelola dan logis.

Kadang-kadang, akan ada lebih dari satu kesimpulan yang masuk akal, atau lebih dari satu preseden yang berlaku untuk menyelesaikan suatu situasi. Oleh karena itu seorang pengacara harus memiliki keterampilan evaluatif untuk memilih mana yang paling cocok.

4. Keterampilan meneliti

Demikian pula, dapat meneliti dengan cepat dan efektif adalah penting untuk memahami klien, kebutuhan mereka, dan untuk mempersiapkan strategi hukum. Untuk mempersiapkan strategi hukum Kamu perlu memahami sejumlah besar informasi, kemudian menyaringnya menjadi sesuatu yang dapat dikelola dan bermanfaat.

5. Keterampilan orang

Hukum bukanlah praktik abstrak. Tidak relevan dengan seberapa baik seseorang bekerja secara akademis, pada akhirnya pengacara bekerja dengan orang, atas nama orang, dan keputusan yang dibuat mempengaruhi kehidupan orang.

Sebagai pengacara Kamu harus memiliki kemampuan persuasif dan mampu 'membaca' orang lain. Hal ini bisa digunakan untuk mengukur reaksi hakim dan kejujuran para saksi.

Kemungkinan ini bisa jadi pendekatan terbaik yang harus diambil untuk mencapai hasil yang diinginkan. Apakah klien menerima saran mereka atau mencapai negosiasi yang menguntungkan dengan pihak oposisi.

6. Ketekunan

Belajar menjadi pengacara membutuhkan banyak ketekunan dan komitmen. Hal itu bahkan sudak Kamu lakukan sebelum mulai bekerja.

Biasanya, seorang pengacara akan melakukan gelar sarjana hukum, LPC, dan kemudian kontrak pelatihan sebelum kualifikasi. Sebagian besar juga akan menyelesaikan skema liburan atau semacam pengalaman kerja lainnya.

Saat mengerjakan suatu kasus, Kamu harus memiliki ketekunan. Hal ini diperlukan agar Kamu menyelesaikannya dengan sukses.

7. Kreativitas

Sebagai pengacara, kamu tidak hanya dituntut untuk logis dan analitis, tetapi juga harus kreatif dalam penyelesaian masalah mereka. Solusi terbaik tidak selalu yang paling jelas dan untuk mengatasinya Kamu perlu untuk berpikir di luar kotak.

So, buat kalian yang punya cita-cita jadi pengacara sukses, Good Luck ya...