Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Cikal Bakal Gedung MK, Hakim Pernah Bersidang di Lahan Parkiran

Minggu, 09 Juni 2019 – 20:00 WIB

Gedung MK

Gedung MK

JAKARTA, REQnews - Bulan Juni kali ini, masyarakat akan disajikan eksistensi Mahkamah Konstitusi (MK) dengan pemberitaan gugatan sengketa Pemilu 2019. Otomatis, kemegahan gedung MK pun tak luput dari perhatian masyarakat Indonesia.

Namun tahukah kalian, sebelum memiliki gedung yang saat ini berada di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, ternyata MK pertama kali berkantor di Hotel Santika yang berada di jalan KS Tubun, Slipi, Jakarta Barat. Tak hanya itu, hotel tersebut pun difungsikan sebagai hunian sementara para Hakim Konstitusi yang berasal dari luar Jakarta.

Selang kurang lebih satu bulan berkantor di hotel, pemerintah memindahkan kantor MK pindah ke Plaza Centris, Lt. 4 dan Lt. 12A, HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Sayangnya MK sepertinya 'tak betah' untuk lokasi ini.

Mereka beralasan, sebab di Plaza Sentris memiliki keterbatasan ruang. Bahkan lahan parkir pun “disulap” menjadi ruang kerja. Sedangkan untuk menggelar persidangan, saat itu MK harus menumpang di gedung Nusantara IV (Pusataka Loka), kompleks MPR/DPR.

Akhirnya 'derita' MK berakhir pada 2004. MK kemudian meminjam gedung milik Kementerian Komunikasi dan Informasi di Jalan Merdeka Barat No. 7, Jakarta Pusat.

Setelah itu, pada 17 Juni 2005, pembangunan gedung MK yang sesungguhnya resmi dimulai. Pembangunan gedung MK yang berada di Jalan Merdeka Barat No. 6 itu memakan waktu 2 tahun dan menelan biaya sekitar Rp 200 miliar.

Asal tahu saja, desain bangunan bergaya Yunani atau Romawi kuno itu diputuskan berdasar kesepakatan para Hakim Konstitusi dan diwujudkan oleh Ir. Soprijanto. Bangunan ini dibagi menjadi dua bagian, podium dan menara. Podium yang terdiri dari 4 lantai bergaya klasik tampil sebagai gedung utama.

Sedangkan menaranya yang terdiri dari 16 lantai dibangun dengan gaya klasik modern tampak sebagai background podium. Perlu diketahui, kesembilan pilar yang berdiri kokoh di muka bangunan itu tidak hanya memberi kesan megah, pun sebagai simbol Sembilan Hakim Konstitusi.

Pilar berjumlah ganjil itu tidak dikenal dalam rumus arsitektur dan sempat ditentang oleh Tim Penasihat Arsitektur Kota DKI. Tetapi Ketua MK saat itu Jimly Asshiddiqie tetap mempertahankan desain sembilan pilar itu. Nah sudah tahu khan sejarah gedung MK. Semoga bermanfaat ya!