Viralkan Soal Batik Air, Ini Konsekuensi Hukum untuk Vanessa Surya

Minggu, 26 April 2020 – 17:32 WIB

Kondisi pesawat Batik Air yang penuh penumpang (instagram/@vanessasurya)

Kondisi pesawat Batik Air yang penuh penumpang (instagram/@vanessasurya)

JAKARTA, REQnews - Vanessa Surya mengkritisi kebijakan maskapai Batik Air yang terbang tanpa mengikuti aturan PSBB dari pemerintah. Dalam akun Instagram-nya yang bernama @vanessasurya, ia mengunggah sejumlah foto yang memperlihatkan kondisi pesawat Batik Air penuh diisi oleh penumpang. Postingan ini pun menjadi sorotan warganet.

Salah satunya datang dari para kru kabin. Mereka menilai cara yang dilakukan Vanessa ketika menegur seorang pramugarai maskapai salah sasaran karena mereka hanya menjalankan tugasnya sesuai SOP. Mereka malah menyarankan supaya protes itu sebaik dilayangkan kepada pihak manajemen Batik Air.

Kejadian ini pun ditanggapi oleh Pakar Hukum Pidana dari Universitas Al Azhar Indonesia Prof Dr Suparji Ahmad. Ia mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh Vanessa Surya tidak tepat sasaran karena awak kabin tak punya otoritas menentukan jumlah penumpang. "Hal tersebut sebenarnya menjadi kewenangan pihak manajemen," ujarnya kepada REQnews, Sabtu 25 April 2020.

Baca Juga: Angkut Penumpang Tanpa Protokol Kesehatan, Batik Air Bisa Didenda Rp 15 Miliar

Suparji pun menilai tindakan mantan kekasih almarhum Glenn Fredly ini sebagai reaksi spontanitas atas ketidakpuasan terhadap pelayanan maskapai tersbut. Namun tindakan merekam dan menyebarkan kejadian itu tidak tepat untuk dilakukan. "Untuk dijerat secara pidana harus dicari unsur-unsur pidananya dan perbuatannya," katanya.

Sementara Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar mengatakan, kelakuan Vanessa Surya secara yuridis bisa dijerat oleh UU ITE. Namun demikian karena substansi yang disampaikan adalah tentang konsistensi penegakan aturan pada masa pandemi, jadi bisa dianalogikan sebagai upaya melaporkan terjadinya 'kejahatan' atau pelanggaran atas PSBB.

Sementara dalam perspektif hukum pidana justru pelaporan tersebut adalah publikasi dan sebagai kewajiban hukum. Karena jika tidak dilaporkan justru Vanessa Surya yang menyaksikan terjadinya peristiwa itu, bisa diancam hukuman pidana sesuai pasal 165 KUHP

"Jadi tindakan Vanesya meskipun dapat dituntut dengan UU ITE, tetapi unsur kesalahannya (unsur melawan hukum materiilnya) sudah tidak ada atau terhapus," ujarnya. (Binsasi)