Hai Influencer! Pelajari UU Hak Cipta Biar Gak Alami Masalah Seperti Kekeyi

Sabtu, 06 Juni 2020 – 13:33 WIB

Hai Influencer! Pelajari UU Hak Cipta Biar Gak Alami Masalah Seperti Kekeyi

Hai Influencer! Pelajari UU Hak Cipta Biar Gak Alami Masalah Seperti Kekeyi

JAKARTA, REQnews - Video klip lagu 'Keke Bukan Boneka' menjadi viral saat dinyanyikan youtuber atau selebgram Rahmawati 'Kekeyi'.

Bahkan video Kekeyi nangkring di trending nomor 1 di YouTube. Video ini sempat dihilangkan dari YouTube karena diduga melanggar hak cipta dari lagu terdahulunya, 'Aku Bukan Boneka' yang dipopulerkan Rinni Wulandari. Namun, belakangan sudah muncul lagi di YouTube.

Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar pun ikut menanggapi hal ini. Ia mengatakan, perbuatan tersebut kemungkinan bisa melanggar Hak Cipta. Ia kemudian memberikan penjelasan terkait regulasi ini.

"Hak cipta adalah bagian dari hak atas kekayaan intelektual, hak yang timbul dari hasil olah pikir sehingga menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia," ujarnya kepada REQnews, Jumat 5 Juni 2020.

Hak Kekayaan Intelektual (HKI) ini terbagi menjadi dua kategori yaitu Hak Cipta dan Hak Kekayaan Industri. Yang disebut Hak Cipta adalah hak ekslusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sedangkan hak kekayaan industri terdiri dari hak paten, merek, desain industri, desain tata letak sirkuit terpadu, rahasia dagang dan varietas tanaman.

"Semua HKI bernilai ekonomi karena itu selain bisa dituntut secara pidana (meskipun delik aduan, artinya jika diadukan baru dituntut), juga bisa digugat secara perdata kerugian ekonomisnya karena HKI ini bisa dijual atau disewakan lisensinya," katanya.

Selanjutkan khusus Hak Cipta, kata Fickar, merupakan hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dgn ketentuan peraturan perundang-undangan.

Fickar pun menyarankan agar kejadian seperti Kekeyi tak terulang di kemudian hari, maka perlu diberikan edukasi soal Hak Cipta.

"Harus ada sosialisasi ancaman hukuman pada setiap media ekspresi dari Hak Cipta terutama pada media media sosial. Proses hukum pada pelanggar juga merupakan bagian dari cara sosialisasi (memberikan efek jera) dan penuntutan terutama ditekankan pada aspek ekonominya," ujarnya.

1. UU No 28 Th 2014 Tentang Hak Cipta

Pasal 113

1. Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf i untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).

2. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf c, huruf d, huruf f, dan/atau huruf h untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

3. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e, dan/atau huruf g untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

4. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang dilakukan dalam bentuk pembajakan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah).

Pasal 8

Hak ekonomi merupakan hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas Ciptaan.

Pasal 9

Setiap Orang yang dgn tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sbgmn dimaksud dlm Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e, dan/atau huruf g untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau ...